Rabu, 18 Januari 2017

world-economy World Economy

Neraca Defisit Jepang Kian Perlemah Yen

Jumat, 8 Maret 2013 11:15 WIB
Dibaca 481

Monexnews - Ekspektasi atas pelonggaran moneter agresif di bawah kepemimpinan baru dari Bank of Japan yang akan diambil alih pada akhir bulan, telah menekan yen hingga ke level terlemahnya dalam 3½ tahun terakhir.

Di perdagangan akhir pekan ini (Jumat,8/3), USDJPY bergerak di kisaran 95.30-an setelah melesat hingga 95.43. Dan yen semakin tertekan setelah data neraca perdagangan Jepang (trade balance) muncul pada angka yang kian memburuk dalam dua tahun terakhir terutama akibat dampak dari penguatan yen serta meningkatnya import bahan bakar setelah krisis nuklir bulan Maret 2011.

Angka defisit current account muncul di level Y364.8 miliar di bulan Januari setelah mengalami defisit sebesar Y264.1 miliar di bulan December. Angka current account merupakan patokan atau ukuran terbesar atas nilai pendapatan Jepang yang berasal dari perdagangan dan invetasi luar negeri.

Meskipun demikian angka yang muncul tersebut lebih baik dibandingkan dengan ekspektasi para ekonom dan analis yang memprediksi defisit bakal sebesar Y626.0 miliar ($6.6 miliar). Meskipun pelemahan yen seharusnya mengangkat data-data jangka panjang karena ekspor Jepang lebih murah di luar negeri, para ekonom mengatakan bahwa dampak kian mahalnya impor, terutama energi, akan memicu angka defisit kian membengkak.(dar)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar