Minggu, 17 Desember 2017

world-economy  World Economy

Noyer Desak Hollande Untuk Pangkas Tingkat Belanja

Selasa, 28 Mei 2013 16:51 WIB
Dibaca 605

Monexnews - Perancis harus fokus pada pemangkasan belanja daripada kenaikan pajak, menurut gubernur Bank of France hari Selasa, mendesak Presiden Perancis François Hollande untuk mempertimbangkan pemangkasan tunjangan pensiun dan kesejahteraan. Dalam surat tahunannya pada Presiden Perancis, Gubernur Bank of France Christian Noyer memperingatkan perekonomian Perancis sedang menghadapi tantangan berat dan mungkin akan gagal untuk bertumbuh tahun ini, seperti di tahun 2012.

"Tujuan saat ini adalah pertumbuhan ekonom. Bukan hanya dorongan sementara, yang diakibatkan tingginya tingkat belanja publik, namun pertumbuhan yang kuat dan tahan lama," ucap Noyer said. "Pertumbuhan seperti ini tidak dapat muncul begitu saja. Itu membutuhkan perubahan pada kebijakan publik.” Beban pajak saat ini telah mencapai level yang “sangat tinggi”, menurut Noyer.

Noyer mengatakan pemerintahan seharusnya melihat penghematan pada area-area sensitif seperti mengurangi jumlah pegawai negeri dalam jangak panjang, dan membatasi klaim pengangguran untuk yang berpenghasilan tinggi. "Tingkat tunjangan kesejahteraan mencakup sekitar 30% dari GDP dan menjadi penyebab defisit sosial Perancis," ucap Noyer. Gubernur Bank of France ini juga mengatakan nampaknya pemerintah tidak lagi dapat menghindar untuk meningkatkan usia pensiun minimum atau usia produktif untuk menyeimbangkan sistem pensiun, yang mencapai rekor defisit sekitar 20 milyar euro hingga tahun 2020. Tunjangan pensiun juga dapat dikurangi dengan tidak mengikutkan pensiun ke dalam inflasi, menurut Noyer.

Noyer menyambut baik kesuksesan Presiden sosialis dalam mengatasi permasalahan pasar tenaga kerja perancis. Di bulan Januari, serikat buruh dan pengusaha setuju untuk mengubah undang-undang tenaga kerja yang menghilangkan sejumlah ketidakpastian hokum terkait pemecatan dan mempermudah perusahaan untuk memangkas jam kerja dan upah pada masa sulit. Hollande juga telah memperkenalkan pemangkasan pajak tenaga kerja sebesar 20 milyar euro. Namun Gubernur Bank of France mendesak Hollande untuk melangkah lebih jauh pada kedua sisi, mengingatkan bahwa Perancis adalah salah satu negara yang menghabiskan banyak dana pada kebijakan tenaga kerja, namun masih menjadi salah satu negara dengan tingkat pengangguran tertinggi.  "Reformasi tersebut harus berlanjut karena masih ada ruang bagi perbaikan di banyak area," ucap Noyer. 

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar