Rabu, 18 Januari 2017

breaking-news PM Inggris Theresa May: Pemerintah Akan Ajukan Kesepakatan Brexit Baru Untuk Voting Parlemen

world-economy World Economy

Obama: Soal Minyak, Uni Eropa Tidak Bisa Bergantung ke AS

Kamis, 27 Maret 2014 10:12 WIB
Dibaca 617

Monexnews - Pemimpin negara-negara Uni Eropa telah sepakat untuk mengurangi ketergantungannya terhadap suplai minyak dan gas dari Rusia. Namun komitmen tersebut menjadi dilematis karena benua biru kekurangan eksportir lain yang bisa diandalkan.

Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, menyerukan kepada Uni Eropa untuk mempunyai inisiatif dalam upaya pemenuhan kebutuhan migasnya. Obama menilai Uni Eropa tidak bisa hanya mengandalkan Amerika Serikat sebagai sumber bahan bakar utama untuk kepentingan ekonomi regional. Pernyataan itu dilontarkan oleh presiden Amerika di tengah kunjungannya ke Brussel beberapa jam lalu.

Sebelum menyanggupi permintaan migas yang lebih banyak dari Eropa, Gedung Putih meminta kedua pihak untuk menerjemahkan perjanjian trans-atlantik yang baru secara lebih rinci. Hal ini diperlukan agar pihak Washington leluasa dalam menyuplai minyak ke luar negeri sesuai kesepakatan yang diteken bersama. Uni Eropa memang sangat tergantung dengan Rusia dalam hal pengiriman minyak dan gas. Kontribusi migas negeri beruang merah bahkan mencapai sepertiga dari total permintaan Eropa, di mana 40% di antaranya dikirimkan melalui wilayah Ukraina. Dengan keluarnya sanksi kepada Rusia, Uni Eropa dipaksa memutar otak untuk mencari sumber energi baru. Saat ini mereka memang masih mendapat sokongan migas dari Rusia, namun apabila kondisi memburuk dan embargo penuh diberlakukan, maka pintu ekspor otomatis tertutup antara kedua wilayah yang bertikai itu. 

Amerika mengingingkan pelonggaran dalam perjanjian ekspor migas ke Eropa. Menurut Gedung Putih, ekspor mereka kerap terbentur oleh aturan yang berlaku saat ini, di mana jumlah pengiriman dari Amerika ke Eropa sangat dibatasi untuk menghindari monopoli dan pengaruh politik. "Jika kita mempunyai perjanjian baru, maka perizinan ekspor migas akan lebih mudah dan relevan dengan kondisi politik terkini," ujar Obama dalam konferensi pers pasca pertemuan tingkat tinggi Uni Eropa. Akan tetapi di saat bersamaan, Obama juga meminta otoritas benua biru untuk mencari sumber energi lain untuk men-diversifikasi permintaannya. 

Selama 65 menit pertemuan, Herman van Rompuy (Presiden Dewan Eropa) dan Jose Manuel Barroso (Presiden Komisi Eropa) dikabarkan melobi Obama supaya mau menambah volume ekspornya ke Eropa. Namun Obama berbalik meminta Uni Eropa untuk ikut mencari sumber pasokan baru. "Anda tidak bisa terus tergantung pada sumber energi orang lain dan harus mau berkorban biaya lebih," ujar Obama seperti dikutip oleh Jose Vale de Almeida, Duta Besar Eropa untuk Washington. Isu ekspor minyak dan gas akan kembali dibicarakan pada pertemuan khusus antara menteri pertambangan Uni Eropa dan Amerika.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar