Rabu, 29 Maret 2017

world-economy  World Economy

OECD Dukung Kenaikan Pajak Jepang, Pelonggaran Moneter

Senin, 22 September 2014 17:04 WIB
Dibaca 632

Monexnews - Jepang seharusnya kembali menaikkan pajak penjualan tahun depan kendati dampak pada perekonomian yang diakibatkan kenaikan pertama, dan bank sentral harus meredam dampaknya dengan pelonggaran moneter lebih lanjut, ucap OECD pada hari Senin. Bank of Japan butuh waktu lebih dari tahun 2015 untuk menopang negara perekonomian terbesar ketiga dunia tersebut, ucap Rintaro Tamaki, wakil sekjen Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). "Hutang publik jepang telah melejit dalam beberapa tahun belakangan, dan hampir sama dengan yang terjadi di Yunani," ucap Tamaki pada wartawan di Tokyo. "Jepang seharusnya tidak hanya menjalankan rencana kenaikan pajak penjualan di bulan Oktober 2015, namun juga menunjukkan pada rakyatnya apa yang akan terjadi selanjutnya, menjelaskan jadwal danarah kenaikan pajak selanjutnya untuk meredam kecemasan mengenai sektor keuangan Jepang,” ucapnya.

Tamaki mengatakan hutang Jepang yang menumpuk memiliki "resiko kenaikan suku bunga akibat obligasi pemerintah yang kurang diminati". "Lebih penting lagi, fakta bahwa kecemasan masyarakat mengenai kondisi keuangan Jepang, memiliki sejumlah dampat negatif pada perekonomian dan masyarakat," ucap Tamaki. OECD mendukung program reformasi fiskal yang dinamakan "Abenomics", ucap Tamaki, namun menurut kami Bank of Japan harus ikut campur. "OECD tidak merekomendasikan stimulus fiskal dalam jumlah besar untuk meredam dampak kenaikan pajak penjualan.. namun hal itu tergantung kebijakan moneter di tahun 2015 dan seterusnya, dan kami berharap Bank of Japan dapat menunjukkan komitmennya segera, ucapnya.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar