Jumat, 21 Juli 2017

world-economy  World Economy

OECD: Ketidakpastian Kebijakan Fiskal AS Mengancam Pemulihan Global

Selasa, 19 November 2013 17:51 WIB
Dibaca 523

Monexnews - Ketidakpastian masa depan kebijakan fiskal AS dan Federal Reserve telah meningkatkan resiko terhadap pemulihan ekonomi global yang telah melemah oleh perlambatan pertumbuhan di banyak negara berkembang, menurut Organization for Economic Co-operation & Development pada hari Selasa.

Dalam laporan Economic Outlook tahunan yang ke-2, lembaga riset yang berbasis di Paris ini mengatakan jika plafon hutang AS harus segera dihapuskan dan digantikan dengan rencana konsolidasi anggaran jangka panjang yang lebih kredibel dengan dukungan politik yang solid.

Laporan tersebut juga menandai pergeseran yang signifikan dalam fokus OECD, yang dalam beberapa tahun terakhir terus tertuju pada langkah-langkah penanggulangan krisis fiskal dan perbankan zona Euro. Kendati pelemahan zona Euro masih mengkhawatirkan, OECD melihat jika ancaman terbesar pemulihan global dalam waktu dekat justru datang dari AS.

Peringatan tersebut dikeluarkan seiring OECD merilis proyeksi pertumbuhan ekonomi terbarunya, yang hanya memperlihatkan pemulihan ekonomi moderat sampai tahun 2015. Kombinasi ekonomi dari 34 anggota OECD hanya akan mencatat pertmbuhan 1,2 % pada tahun ini , sebelum berakselerasi menjadi 2,3% pada tahun 2014 dan 2,7% pada 2015, menurut proyeksi teranyar OECD. Tingkat pertumbuhan di antara negara-negara ekonomi utama masih akan terus memperlihatkan perbedaan tajam, dengan zona Euro berkontraksi 0,4% pada tahun ini sebelum tumbuh 1% pada tahun depan. Sedangkan ekonomi AS diperkirakan akan tumbuh 1,7% dan 2,9 % dalam periode yang sama.

Proyeksi ekonomi ke-2 ini sedikit lebih lemah dari proyeksi pertama yang dirilis OECD pada bulan Mei silam, terutama karena ekspektasi perlambatan beberapa negara berkembang besar yang sebagian mencerminkan kerentanan mereka terhadap arus modal keluar jika Federal Reserve pada akhirnya benar-benar mulai mengurangi program stimulus moneternya.

OECD memangkas proyeksi pertumbuhan Brazil untuk tahun 2014 menjadi 2,2% dari sebelumnya 3,5%. Begitu pula dengan India dan Indonesia, yang masing-masing diturunkan menjadi 4,7% dari sebelumnya 6,7% dan 5,6% dari sebelumnya 6,2%. OECD juga memangkas proyeksi pertumbuhan China menjadi 8,2% dari proyeksi bulan Mei yang sebesar 8,4%. (vid)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar