Rabu, 18 Oktober 2017

world-economy  World Economy

OECD Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Global

Rabu, 29 Mei 2013 17:12 WIB
Dibaca 554

Monexnews - Zona euro yang sedang berada dalam resesi akan semakin tertinggal jauh oleh AS yang sedang membaik dan Jepang yang sedang pulih, ucap OECD pada hari Rabu, sembari memangkas perkiraan pertumbuhan global. Dalam outlook ekonomi semesterannya, Organisation for Economic Cooperation and Development memperkirakan perekonomian global akan bertumbuh sebesar 3.1% tahun ini sebelum bertambah cepat hingga 4% pada tahun 2014. Perkiraan ini sedikit lebih pesimis dari perkiraan bulan November lalu sebesar 3.4% tahun ini dan 4.2% tahun depan.

Amerika Serikat memimpin pertumbuhan global dengan proyeksi pertumbuhan sebesar 1.9% tahun ini dan kemudian bertambah cepat hingga 2.8% di tahun 2014, yang akan menjadi tingkat pertumbuhan tertinggi AS sejak tahun 2005. Berlawanan dengan itu, zona euro diperkirakan akan masih berada di dalam resesi untuk tahun kedua. OECD memperkirakan perekonomian zona euro berkontraksi sebesar 0.6% di tahun 2013 dan kembali bertumbuh dengan laju 1.1% pada tahun 2014. Bagaimanapun, outlook berbeda jauh antara zona euro dengan Jerman yang diperkirakan akan bertumbuh sebesar 0.4% dan pulih menjadi 1.9% di tahun 2014.

Pasca krisis hutang selama bertahun-tahun yang menguji kapasitan integrtas zona euro, kepala ekonom OECD Pier Paolo Padoan mengatakan bahwa resiko terhadap outlook ekonomi akhirnya mulai mereda. Bagaimanapun, ia memperingatkan bahwa meredanya krisis hutang zona euro mungkin akan berakibat kejenuhan reformasi. Tidak seperti Amerika Serikat pada saat krisis keuangan tahun 2008-2009, zona euro masih harus menangani masalah pada sektor keuangannya yang menahan aliran kredit, ucapnya.

Menaikkan proyeksinya untuk Jepang, OECD mengatakan janji bank sentral untuk menambah stimulus moneternya secara agresif dapat membantu perekonomiannya untuk bertumbuh sebesar 1.6% pada tahun ini. Namun demikian, OECD nampak lebih pesimis terhadap Cina, memperkirakan perekonomiannya akan bertumbuh sebesar 7.8% tahun ini, turun dari perkiraan sebelumnya sebesar 8.5%.

Dengan perekonomian di sebagian besar negara masih berada dalam pemulihan, OECD mengatakan bank sentral harus mempertahankan kebijakan moneter longgar sementara European Central Bank bahkan harus lebih berusaha untuk mendapatkan aliran kredit ke dalam pperekonomian. OECD menyarankan ECB untuk mengambil kebijakan suku bunga negatif dan membeli aset seperti pinjaman sekuritas dari perusahaan kecil dan menengah yang haus akan pinjaman, dua opsi yang sedang dipertimbangkan petinggi ECB saat ini.

Terkait Federal Reserve, OECD mengatakan the Fed mungkin akan segera memulai mengurangi pembelian obligasi pemerintah dan MBS. Bagaimanapun, OECD memperingatkan perlambatan laju pembelian obligasi harus dilakukan secara hati-hati untuk menghindari aksi jual besar-besaran pada pasar yang mungkin mengakibatkan kenaikan yield ke area berbahaya.

OECD  tidak hanya mendukung kenaikan tajam pada surplus moneter Bank of Japan namun jua mengatakan langkah lanjutan dapat digunakan untuk mendorong perekonomian. OECD juga memperkirakan adanya kemajuan pada laju konsolidasi fiskal di Inggris pada tahun 2013 dan 2014, namun kembali memperingatkan kecemasan oleh International Monetary Fund pekan lalu bahwa program Help to Buy mungkin tidak dapat lagi mendorong harga rumah naik.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar