Kamis, 30 Maret 2017

world-economy  World Economy

OECD: Pelonggaran Agresif Jepang Belum Cukup Untuk Mencapai Target Inflasi

Selasa, 23 April 2013 17:28 WIB
Dibaca 465

Monexnews - Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) menyatakan dukungannya terhadap program pelonggaran terbaru Bank of Japan, sembari mengatakan bahwa kebijakan tersebut akan membantu mendongkrak pertumbuhan dan tidak bertujuan memperlemah Yen.

"Mengakhiri deflasi adalah prioritas utama, dan memang harus demikian," kata Angel Gurria, kepala OECD, kepada para wartawan pada hari Selasa.

Sebelumnya kebijakan pelonggaran yang diluncurkan BoJ dikhawatirkan dapat menuai kritik dari beberapa mitra dagang utama Jepang, yang mungkin beranggapan jika efek pelemahan Yen akan memberikan eksportir Jepang keunggulan kompetitif. Namun sejauh ini kebijakan moneter Jepang masih terhindar dari kritikan, termasuk dalam pertemuan G20 yang berlangsung pekan lalu.

Kendati demikian, OECD memperkirakan jika pelonggaran agresif BoJ mungkin belum akan cukup untuk mencapai target inflasi 2% dalam 2 tahun. Kelompok ini juga menghimbau BoJ untuk mempertahankan kebijakan ekspansif lebih lama, setidaknya sampai inflasi mampu bertahan dengan stabil.

Inflasi Jepang diperkirakan akan tumbuh 1,8% pada tahun 2014, sebagai dampak dari kenaikan pajak penjualan pada bulan April tahun depan menjadi 8% dari sebelumnya 5%. Jepang sendiri diperkirakan hanya akan mencatat kenaikan inflasi sebanyak 0,5% pada 3 bulan terakhir tahun 2014. Dan sebagai bagian dari upaya untuk mengendalikan pengeluaran, pemerintah Jepang berencana untuk menggandakan pajak penjualan menjadi 10% melalui 2 tahap pada tahun 2015.

Pada lain sisi, selain kebijakan pelonggaran dari BoJ, OECD berpendapat jika kebijakan pro-pertumbuhan pemerintah juga  berpotensi mendorong tingkat hutang Jepang yang sudah sangat besar. Menurut proyeksi OECD, hutang Jepang akan setara dengan 232,6% dari GDP pada tahun 2014. Tingkat hutang Jepang hingga saat ini tercatat sebagai yang terbesar di antara 34 negara anggota OECD lainnya. (vid)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar