Minggu, 23 Juli 2017

world-economy  World Economy

OECD: Perlambatan Negara Berkembang Bebani Tingkat Pertumbuhan Global

Selasa, 3 September 2013 17:06 WIB
Dibaca 446

Monexnews - Dipimpin oleh kokohnya pertumbuhan di AS, outlook bagi negara maju berangsur membaik sementara bahkan Eropa yang sedang dilanda krisis akhirnya bergabung untuk pulih, menurut OECD pada hari Selasa. Meski demikian, perlambatan pada banyak negara berkembang berarti bahwa tingkat pertumbuhan global akan tetap lambat, ucap Organisation for Economic Cooperation and Development. "Kesimpulannya adalah negara maju bertumbuh lebih pesat dan negara berkembang pertumbuhannya melambat," ucap kepala ekonom OECD Pier Carlo Padoan.

Diantara negara-negara perekonomian besar, AS akan memimpin pemulihan dengan bertumbuh pada laju 1.7% tahun ini, memangkas perkiraannya di bulan Mei sebesari 1.9%. Terdorong oleh stimulus moneter dari bank sentral, Jepang sedang menuju pertumbuhan sebesar 1.6% tahun ini, tidak berubah dari perkiraan OECD di bulan Mei.

Sementara itu Eropa, yang tingkat pertumbuhannya lambat dalam beberapa tahun belakangan ini akibat krisis hutang, akhirnya memberikan berita baik dengan pemulihan yang sedang berlangsung di Perancis dan Jerman membuat OECD menaikkan proyeksi pertumbuhannya. Perancis sedang menuju pertumbuhan sebesar 0.3% tahun ini, naik dari perkiraan OECD bulan Mei lalu yaitu kontraksi sebesar 0.3%, sementara Jerman, negara perekonomian terbesar di Eropa, diperkirakan akan bertumbuh sebesar 0.7%, naik dari 0.4% sebelumnya.

Di luar zona euro, Inggris diperkirakan bertumbuh sebesar 1.5%, naik tajam dari perkiraan sebesar 0.8% di bulan Mei lalu. Meski negara berkembang besar kian tumbuh, perlambatan pada kebanyakan negara berkembang menekan tingkat pertumbuhan global, menurut OECD. China adalah salah satu pengecualian diantara negara-negara berkembang, dengan pertumbuhan diperkirakan akan bertambah cepat dan mencapai laju 7.5% tahun ini. Dengan perekonomian AS akan terus bertumbuh dengan stabil, OECD mengatakan sudah saatnya Federal Reserve mulai memperlambat pembelian oblgiasi, kebijakan utama pada kebijakan pelonggaran moneter bank sentral.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar