Kamis, 20 Juli 2017

world-economy  World Economy

OJK Siap Laksanakan Cetak Biru Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia

Kamis, 9 Januari 2014 10:07 WIB
Dibaca 433

Monexnews - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah siap bekerja sama dengan Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) dalam menjaga kodisi perekonomian Indonesia, khususnya di sektor keuangan.  Demikian disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad saat menghadiri rapat koordinasi dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden, Jakarta pada Selasa (7/1).

Gubernur BI yang juga hadir pada kesempatan tersebut melaporkan kepada Presiden terkait transisi atau peralihan pengawasan perbankan dari BI kepada OJK. Pengalihan tugas tersebut telah dilakukan sejak 31 Desember 2013 lalu. Sesuai ketentuan undang-undang, BI tetap melakukan pengawasan terkait kebijakan makroprudensial, sementara OJK berwenang mengatur perizinan dan pengawasan lembaga perbankan dan non-perbankan atau pasar modal.

Pihaknya memastikan, proses pengalihan tugas pengawasan perbankan dari BI kepada OJK telah berjalan dengan baik. BI juga siap untuk berkoordinasi dengan OJK maupun pemerintah, seperti arahan Presiden. "Diharapkan dengan ada koordinasi, OJK tidak hanya melakukan pengawasan untuk pasar modal dan lembaga nonbank saja, tapi juga perbankan sebagaimana yang ditetapkan oleh Undang-undang OJK," kata Gubernur BI.

Senada dengan Gubernur BI, Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad menyatakan kesiapan OJK untuk berkoordinasi dengan pemerintah dan BI dalam FKSSK."OJK juga tengah membentuk satuan kerja khusus untuk menjembatani koordinasi dengan BI dan pemerintah,” jelasnya. Selain itu, OJK juga siap menjalankan arahan Presiden agar akses keuangan bagi masyarakat di lapisan bawah bisa lebih terbuka.

Ke depan, OJK juga akan melakukan edukasi tentang industri sektor keuangan ke masyarakat di berbagai daerah di Indonesia. “Nantinya akan ada berbagai hal yang berkaitan dengan masyarakat di daerah, tidak hanya terkait aspek pengawasan, tetapi juga edukasi keuangan, yang menjadi salah satu tugas pokok OJK,” jelasnya. Hal tersebut sejalan dengan Cetak Biru Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia yang sebelumnya telah diluncurkan tahun lalu. Peluncuran cetak biru tersebut diharapkan dapat mendorong keuangan yang dapat dipahami dan diakses oleh masyarakat menuju jasa keuangan inklusif.(ak)

 

Sumber: rilis berita Kementerian Keuangan Republik Indonesia

www.kemenkeu.go.id

 

*disadur tanpa perubahan

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar