Jumat, 20 Januari 2017

breaking-news Klaim pengangguran AS turun menjadi 234K di pekan lalu vs 249K, estimasi pada 252K

world-economy World Economy

Oposisi: Vladimir Putin Takut dengan Angin Perubahan di Ukraina

Kamis, 6 Maret 2014 13:29 WIB
Dibaca 389

Monexnews -  Politisi anti-pemerintah dan calon presiden Ukraina, Vitali Klitschko, mengatakan bahwa presiden Vladimir Putin takut dengan perkembangan yang terjadi di negaranya. Keputusan mobilisasi militer ke daerah perbatasan memperlihatkan betapa Moskow khawatir dengan hubungan masa depannya dengan Ukraina.

"Putin takut dengan perubahan yang terjadi di Ukraina. Kami tidak ingin lagi hidup dalam iklim korupsi dan pelanggaran HAM, oleh karena itu kami meminta reformasi," imbuh mantan petinju profesional ini kepada CNBC. Apabila nantinya terpilih sebagai presiden, Klitschko berjanji akan memberantas korupsi dan membantu Ukraina untuk lebih dekat dengan Eropa. Dengan begitu, maka negaranya akan lebih stabil baik dalam aspek politik maupun ekonomi. "Saya yakin rakyat kami lebih suka hidup dengan standar yang berlaku di Eropa," kilahnya.

Sebagai pemimpin Aliansi Demokrasi Ukraina, pihak oposisi yang menentang pemerintah, Klitschko meminta Rusia untuk tidak ikut campur dengan transisi kekuasaan di negaranya. Ia berani mengatakan bahwa budaya kehidupan Ukraina di bawah Rusia tidak menyejahterakan karena dirinya pernah hidup di banyak negara Eropa semasa menjalani karir 16 tahun sebagai petinju. "Saya tahu rasanya hidup di Amerika. Saya pernah juga tinggal di Eropa. Dan ketika kembali, saya selalu bertanya mengapa Ukraina tidak bisa seperti negara lainnya," keluh Klitschko. Oleh karena itu, ia bersikap lebih frontal dalam melawan kebijakan pemeirntah pusat sejak tahun lalu, di antaranya dengan memobilisasi massa di ibukota.

Pangkal konflik Ukraina dimulai pada bulan Desember 2013 saat pemerintah Rusia memberikan bantuan tunai senilai $3 miliar dari total jumlah hibah yang direncanakan mencapai $15 miliar kepada pihak Kiev. Sikap pemerintah yang menerima sodoran uang dari pihak Moskow dianggap tidak sesuai dengan ideologi ekonomi nasional oleh sebagian warga sehingga memicu gelombang demonstrasi di ibukota.

Seperti diketahui Ukraina sedang menghadapi bencana ekonomi di tengah krisis kepemimpinan yang berlangsung hampir 3 bulan belakangan. Pangkal konflik bermula pada bulan Desember lalu saat pemerintah Rusia memberikan bantuan tunai senilai $3 miliar dari total jumlah hibah yang direncanakan mencapai $15 miliar kepada pihak Kiev. Sikap pemerintah yang menerima sodoran uang dari pihak Moskow dianggap tidak sesuai dengan ideologi ekonomi nasional oleh sebagian warga sehingga memicu gelombang demonstrasi di ibukota.

Aksi demonstrasi antar elemen masyarakat, yang dikomandoi oleh Klitschko, sudah berlangsung sekitar empat bulan. Opini publik terpecah menyangkut kedekatan ekonomi politik Ukraina dengan pihak Rusia. Pihak yang gencar melakukan demonstrasi di ibukota Kiev adalah warga masyarakat yang ingin supaya negaranya lebih berkiblat ke zona Euro, dan bukan merapat ke Rusia. Merespon sikap agresif demonstran, perdana menteri Mykola Azarov awal bulan ini memutuskan untuk mundur demi mencegah perang saudara. Presiden Viktor Yanukovych, sebagai pihak yang paling bertanggungjawab atas proyek pinjaman dana ke Rusia, langsung bereaksi dengan membuka pintu perundingan dengan pihak oposisi guna membahas konflik politik. Sayangnya semua proses negosiasi masih menemui jalan buntu. Bukannya membaik, kondisi kini justru semakin pelik.

Puncak dari kevakuman pemerintah terjadi saat Presiden Yanukovych melarikan diri ke Rusia. Alhasil situasi di Kiev kian tidak terkendali karena kekerasan meluas ke berbagai penjuru kota. Pihak Rusia sendiri secara sepihak telah memobilisasi pasukan militernya ke wilayah perbatasan pada pekan lalu dengan alasan untuk melindungi warganya. Langkah Kremlin dituding oleh Amerika Serikat sebagai pelanggaran HAM sehingga Rusia terancam diembargo oleh Gedung Putih. (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar