Sabtu, 27 Mei 2017

world-economy  World Economy

Paket Kebijakan Ekonomi Untuk Kesinambungan Pertumbuhan Ekonomi dan Tenangkan Pasar

Senin, 26 Agustus 2013 16:28 WIB
Dibaca 492

Monexnews - Pemerintah merilis paket kebijakan ekonomi sebagai respons atas perkembangan ekonomi terkini, serta sebagai upaya untuk menenangkan pelaku pasar keuangan. “Kalau pengaruh eksternal kita tidak bisa kontrol, tapi kalau ada pelemahan domestik kita benahi, agar investor melihat Pemerintah aware dan serius, dan mereka tidak panik,” demikian disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basri, Jumat (23/8).

Menurut Menkeu, paket kebijakan tersebut dirilis agar pertumbuhan ekonomi tetap berkesinambungan, dan defisit transaksi berjalan yang menyebabkan pelemahan rupiah serta anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dapat ditekan. Dalam paket tersebut, lanjut Menkeu, pemerintah memberikan insentif agar laba perusahaan meningkat dan tidak terjadi Pemutusan Hubungan kerja (PHK), serta mencabut kuota eskpor bahan mineral hingga 2014. “Kita mendorong ekspor bahan mineral, jadi kalau mau ekspor tidak ada batasan sekian, dan tinggal membayar bea keluar. Artinya kita mengubah ekstraksi kuantitatif menjadi harga. Sifatnya temporer, sampai berlaku pada hilirisasi 2014,” ungkap Menkeu.

Selain itu, pemerintah juga akan melakukan upaya lain untuk mencegah terjadinya PHK, yaitu dengan menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) yang sesuai kebutuhan hidup layak, dan produktivitas para buruh. Pemerintah juga akan menekan impor konsumsi dan migas, dengan meningkatkan pajak impor barang mewah hingga 150 persen serta mendorong penggunaan biodiesel untuk mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM). “Dengan demikian diharapkan impor migas akan menurun signifikan untuk menekan defisit transaksi berjalan mulai triwulan tiga. Kalau biodiesel, saat ini swasta sudah siap, tapi belum mandatory karena harga BBM masih murah,” kata Menkeu.

Menkeu menambahkan bahwa pemerintah juga akan mengubah tata niaga impor bahan makanan dalam bentuk kuota menjadi berbasis mekanisme harga untuk menjaga distribusi pangan dan menjaga laju inflasi “Yang membuat pasar nervous itu inflasi, kalau naik maka SUN (Surat Utang Negara) atau bond menjadi tidak cukup menarik. Bicara inflasi memang wewenangnya di Bank Indonesia, tapi itu bagian dari koordinasi pemerintah terkait impor makanan,” ungkap Menkeu.

Untuk kebijakan jangka menengah dan jangka panjang, lanjut Menkeu, pemerintah akan memberikan insentif berupa tax allowance dan tax holiday sebagai upaya memperbaiki iklim investasi. Selain itu pemerintah juga melakukan upaya untuk mempermudah perizinan dan mempercepat revisi Daftar Negatif Investasi (DNI) serta mendorong realisasi investasi yang sudah dalam rencana.(nic)


Sumber: Rilis Resmi Kementerian Keuangan Republik Indonesia

www.depkeu.go.id


*disadur tanpa perubahan


(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar