Jumat, 15 Desember 2017

world-economy  World Economy

Parlemen Eropa Kecam Aksi 'Mata-mata' Amerika

Jumat, 27 September 2013 11:05 WIB
Dibaca 509

Monexnews - Respon kemarahan terus menyebar ke penjuru benua biru setelah beredar berita bahwa pemerintah Amerika Serikat telah memata-matai aktivitas transaksi warga Uni Eropa. Media asal Jerman, Spiegel, pekan ini mengungkapkan skandal memalukan yang menyatakan bahwa pemerintah Amerika memantau informasi keuangan pribadi serta aktivitas transaksi bank dan kartu kredit warga di 28 negara. Laporan itu memicu kegeraman pejabat tinggi Uni Eropa di parlemen.

Mayoritas warga Eropa mengutuk cara pengawasan pemerintah Amerika ke warga negara lain. Pasca pemberitaan Spiegel, parlemen Uni Eropa membuka wacana penghentian kerjasama pertukaran data keuangan antara Uni Eropa dan Amerika Serikat. Kesepakatan soal pertukaran data adalah suatu kesepakatan yang ditujukan untuk melacak arus perputaran uang kelompok teroris. Namun setelah kabar soal aktivitas mata-mata terungkap, Uni Eropa mengancam untuk membatalkan kerjasama pertukaran data keuangan. Berita yang dipublikasikan oleh Spiegel merupakan kopian dari dokumen yang dibocorkan oleh mantan pekerja National Security Agency (NSA), Edward Snowden.

"Bagi saya, kerjasama (pertukaran data) ini sudah berakhir, nihil dan rusak," ujar Anggota Parlemen Eropa utusan Belanda, Sophie int Veld di kantor Komisi Kebebasan Parlemen Eropa. Sementara Komisaris Urusan Dalam Negeri Eropa, Cecilia Malmstrom, menyatakan sudah meminta klarifikasi dari Washington terkait pemberitaan media. Namun Malmstrom mengaku tidak mendapat jawaban yang memuaskan dari pemerintah Amerika. "Apabila pemberitaan pers benar adanya, maka Amerika sudah melanggar kesepakatan dan bisa dihukum atas tindakannya ini," tegas Malstrom kepada awak media.

Kesepakatan pertukaran data keuangan antara Amerika dan Uni Eropa termaktub dalam terror finance tracking program (TFTP), yang ditandatangani pada tahun 2010 silam. Di dalam perjanjian itu, Uni Eropa diwajibkan mentransfer data kepada pemerintah Washington, yang di dalamnya berisi tentang laporan transaksi mencurigakan di wilayah Eropa. Pengiriman data dilakukan secara aman dan rahasia melalui sistem yang dirancang dengan standar Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication (SWIFT). Perjanjian kerjasama TFTP dipastikan gugur apabila ada pihak yang melanggar poin-poin kesepakatan, termasuk mengakses data pribadi warga Eropa tanpa izin lembaga terkait.

Meskipun banyak pihak skeptis dengan ancaman suspensi kerjasama yang dilontarkan oleh anggota parlemen, isu ini dapat mengubah peta kerjasama politik kedua pemerintahan di masa depan. Pihak Amerika dan Uni Eropa tadinya dijadwalkan untuk menyepakati kerjasama Transatlantic Trade & Investment Partnership (TTIP) sebagai media baru dalam upaya peningkatan kesepahaman politik. Namun dengan adanya skandal ini, maka kerjasama itu terancam gagal.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar