Jumat, 28 Juli 2017

world-economy  World Economy

Pasar Nantikan Rincian Stimulus ECB

Kamis, 3 Juli 2014 14:52 WIB
Dibaca 545

Monexnews - Perhatian pasar hari ini akan tertuju pada rincian dari kebijakan stimulus baru dari European Central Bank saat ECB menggelar pertemuan nanti, sebagai hasil dari paket kebijakan yang diumumkan bulan Juni lalu. Dewan Kebijakan ECB diperkirakan tidka akan mengambil langkah kebijakan baru pada pertemuan bulan Juli setelah memangkas tingkat suku bunga ke rekor rendah bulan lalu, suku bunga negatif, dan merilis proram pinjaman senilai 400 milyar euro (545.62 milyar dollar). Dengan menawarkan bank-bank pinjaman bertenor 4 tahun dengan suku bunga rendah, ECB berharap dapat mendorong bank- bank untuk meminjamkan lebih bebas, terutama bagi perusahaan kecil dan menengah di wilayah zona euro. Namun rincian program tersebut masih belum dirilis.

"Masih belum jelas mengenai bagaimana ECB akan menambah syarat pinjaman," ucap Marco Valli, kepala ekonom zona euro pada UniCredit. "Secara praktek, hal ini sulit dilakukan, karena uang merupakan aset yang keperluannya dalam digunakan untuk hal yang lain." Bank-bank menggunakan sebagian besar dari pinjaman murah ECB di tahun 2011/2012 untuk membeli obligasi pemerintah ber-yield tinggi. Pertanyaannya adalah bagaimana ECb akan menghindari perilaku serupa kali ini dan mencoba mengalirkan pinjaman menuju ke perusahaan.

Klarifikasi mengenai seberapa lama ECB berniat untuk mempertahankan tingkat suku bunga di level rendah akan menjadi kunci untuk pengambilan pinjaman tersebut, yang disebut sebagai Targeted Long-Term Refinancing Operations (TLTROs). Kepala asosiasi perbankan utama Italia ABI, Antonio Patuelli, telah mengatakan bahwa yakin bahwa program tersebut akan menuai sukses, terutama di Italia. Sejauh ini, keputusan untuk memangkas tingkat suku bunga tabungan di bawah nol – yang mengenakan biaya bagi perbankan untuk menyimpan kelebihan uangnya di bank sentral – masih belum terasa pada pasar keuangan, namun membantu untuk menjaga tingkat suku bunga jangka pendek tetap rendah dan stabil.

Euro diperdagangkan di dekat level $1.37, kurang lebih sama di saat ECB bertemu tanggal 5 Juli lalu namun turun dari $1.39 sebelum ECB mengumumkan pemangkasan suku bunga di bulan Mei. ECB memperhatikan euro untuk mengukur dampaknya terhadap tingkat inflasi yang sudah rendah saat ini. Tingkat inflasi zona euro berada pada 0.5% di bulan Juni, jauh di bawah target jangka menengah ECB yaitu dekat dengan 2%. Jika outlook inflasi memburuk, Presiden ECB Mario Draghi, mengatakan ECB akan mempertimbangkan quantitative easing (QE) – mencetak uang untuk membeli obligasi pemerintah atau swasta dari bank-bank, untuk mempertahankan suku bunga pinjaman tetap rendah dan memicu tingkat pinjaman.

Draghi diperkirakan akan tetap membuka peluang QE, namun batasannya masih tinggi kendati adanya tekanan dari International Monetary Fund dan pemerintah Perancis untuk lebih agresif dalam kebijakan pelonggaran moneter guna menstimulasi pertumbuhan. "Outlook inflasi harus berubah secara drastis," ucap Suvi Kosonen dan Jan von Gerich analis Nordea. "Hal tersebut akan terlambat tahun ini, sebelum ECB dapat melihat apa dampak dari paket pelonggaran baru-baru ini."

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar