Rabu, 18 Januari 2017

world-economy World Economy

Pasar Obligasi Jepang Nampak Abaikan Data Inflasi

Jumat, 25 April 2014 9:28 WIB
Dibaca 446

Monexnews - Petinggi Bank of Japan semakin cemas bahwa pasar obligasi Jepang tidak menghiraukan kenaikan inflasi, meninggikan resiko kenaikan mendadak pada yield, menurut salah satu sumber dekat. Obligasi 10 tahunan pemerintahan Jepang memiliki yield 0.615%, nyaris tidak berubah dari bulan maret 2013, meski setelah kenaikan pada tingkat inflasi konsumen hampir sebesar 2.5% sejak saat itu. Yield tertahan turun oleh pembelian obligasi BOJ, sebagaian dari stimulus moneter yang dirilis soleh Gubernur BOJ Haruhiko Kurdoda setahun lalu.

Sementara Kuroda telah mengatakan pelonggaran seharusnya memberikan tekanan turun pada yield obligasi, hal tersebut tidak berarti BOJ tidak memiliki target untuk yield, menurut sumber. Kecemasan di antara petinggi BOJ menunjukkan dilemma bagi bank sentral antara menahan yield obligasi tetap rendah sehingga pertumbuhan dapat menguat dan untuk menghindari gangguan pada pasar yang dapat mengacaukan perekonomian. Petinggi BOJ berharap yield obligasi akan naik secara bertahap, sesuai dengan perkembangan pada perekonomian dan inflasi, ucap sumber tersebut.

“Saya sangat cemas mengenai resiko kenaikan tajam pada yield,” ucap Mitsuru Saito, kepala ekonom pada Tokai Tokyo Financial Holdings Inc. “BOJ menekan yield turun dengan pembelian obligasi. Jika BOJ memberikan petunjuk berakhirnya kebijakan tersebut, ada kemungkinan bahwa yield obligasi jangka panjang akan naik tajam. Jika hal tersebut terjadi, saya tidak tahu bagaimana cara BOJ untuk menekan yield tetap rendah, itu akan menjadi masa-masa sulit.”

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar