Selasa, 23 Mei 2017

world-economy  World Economy

Patuhi IMF, Ukraina Naikkan Harga BBM Sampai 50%

Kamis, 27 Maret 2014 10:30 WIB
Dibaca 469

Monexnews - Seperti sudah diperkirakan sebelumnya, Ukraina harus berkorban untuk bisa mendapat status anggota Uni Eropa. Belum apa-apa, negara ini sudah harus menuruti titah Dana Moneter Internasional (IMF) demi mengamankan pinjaman senilai $15-20 miliar.

Pemerintah Ukraina sepakat menaikkan harga bahan bakar minyak untuk konsumsi domestik sebanyak lebih dari 50% dibanding harganya saat ini. Banderol baru akan resmi berlaku pada 1 Mei mendatang untuk kemudian dinaikkan lagi secara bertahap sampai dengan 2018. Pernyataan ini dilontarkan oleh manajemen perusahaan minyak negara, Naftogaz, kepada media beberapa saat lalu.

Kenaikan bahan bakar minyak (BBM) dipastikan menjadi keputusan yang tidak populer karena warga Ukraina sejak lama terbiasa membeli bahan bakar dengan harga subsidi. Sebelumnya pemerintah selalu membeli minyak dari Rusia untuk disitribusikan lagi kepada warganya di bawah harga pasar melalui mekanisme subsidi. Pencabutan subsidi dianggap oleh IMF sebagai suatu keharusan agar negara ini bisa menurunkan beban defisit anggaran yang sudah menggunung. 

Yury Kolbushkin, Direktur Perencanaa Anggaran Naftogaz, mengatakan kalau kenaikan juga berlaku untuk perusahaan pembangkit energi dengan besaran mencapai 40% per 1 Juli mendatang. Kebijakan ini menjadi pengorbanan pertama Ukraina dalam upayanya meraih pinjaman dana dari IMF. Pihak pemerintah interim dan IMF masih berada di Kiev guna membicarakan paket pemangkasan senilai miliaran Dollar yang harus dijalankan Ukraina untuk mengurangi defisit anggaran dan melunasi beban hutangnya. Selain diperintahkan untuk memberantas korupsi, pemerintah juga diminta mencabut campur tangan bank sentral dalam kinerja mata uang nasional. Apabila semua persyaratan mampu disanggupi, maka IMF siap mencairkan dana segar $15-20 miliar sebagai paket bantuan pertama. Restu IMF sangat diperlukan Ukraina karena akan ikut menentukan pencairan dana bantuan dari Uni Eropa dan Amerika Serikat.

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar