Selasa, 24 Januari 2017

world-economy  World Economy

PBOC: Tidak Perlu QE Walau Ekonomi Melambat

Jumat, 8 Mei 2015 20:44 WIB
Dibaca 22178

Monexnews - Bank sentral China memupuskan harapan pasar akan stimulus tambahan agresif seperti pelonggaran kuantitatif walau mengalami perlambatan perekonomian di kuartal pertama. People's Bank of China (PBOC) menyatakan dalam laporan kebijakan moneter kuartal pertamanya bahwa tingginya level utang menyulitkan pemerintahan Beijing menstimulasi pereknomian. Kondisi likuiditas domestik juga terkena dampak penguatan Dollar AS yang mengurangi membuat banyak modal keluar dari China. Lebih lanjut, PBOC mengulangi langkahnya untuk melanjutkan kebijakan moneter yang hati-hati, mempertahankan level likuiditas yang layak dan menjaga stabilitas pertumbuhan kredit.

PBOC juga menyatakan pertumbuhan kuartal pertama China masih berada dalam rentang yang layak dan tingkat inflasi kemungkinan masih akan berada di level rendah. Perekonomian China tumbuh 7% dalam skala tahunan di kuartal pertama, laju paling rendah dalam enam tahun. Ekonom memprediksi negara perekonomian terbesar kedua ini dapat gagal mencapai target pertumbuhan sekitar 7% di tahun ini, karena menghadapi banyak hambatan internal maupun eksternal walau telah beberapa kali mencanangkan kebijakan moneter untuk menghidupkan kembali perekonomiannya. (YS)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar