Jumat, 26 Mei 2017

breaking-news Klaim Pengangguran AS naik ke 234K pekan lalu,sebelumnya 232K, perkiraan 238K

world-economy  World Economy

Pejabat BOJ: Target Inflasi 2% adalah Tantangan

Rabu, 6 Februari 2013 11:21 WIB
Dibaca 282

Monexnews -Anggota Dewan Kebijakan Bank of Japan, Takehiro Sato, hari ini mengutarakan bahwa pihaknya akan mengimplementasikan pelonggaran moneter dengan motivasi baru untuk mencapai target inflasi 2%. "Sulit membayangkan target (stabilitas harga) 2% bisa tercapai dengan kebijakan moneter yang biasa saja," ujar Sato dalam pidatonya di forum bisnis, Maebashi, Tokyo. Oleh karena itu, ia mendorong agar pemerintah dan bank sentral mempunyai spirit yang sama untuk mencapai tujuan itu. 

Takehiro Sato selama ini dikenal sebagai sosok yang pro-pelonggaran moneter dan selalu menghendaki stimulus ekonomi dalam negeri. Menurutnya, variabel nilai tukar adalah salah satu komponen yang dapat membantu upaya percepatan ekonomi pemerintah dan penciptaan stabilitas harga. Namun ia mengakui bahwa pencapaian target inflasi melalui pelemahan nilai tukar Yen tidak semudah perkiraan orang. Mengingat dalam prosesnya harus disertai negosiasi dan diplomasi dengan negara lain yang terdampak oleh mekanisme kurs.

Sato secara mengejutkan sempat menentang wacana penetapan target inflasi 2% pada pertemuan bank sentral dua pekan lalu. Bersama dengan Takahide Kuichi, ia menganggap target itu tidak realistis untuk diimplementasikan saat ini. Ia bahkan mengklaim gubernur Masaaki Shirakawa sudah tidak independen karena menuruti tekanan perdana menteri Shinzo Abe dan kabinetnya. Namun setelah mempelajari trend pendapatan warga Jepang beberapa waktu terakhir, Sato mulai melihat penetapan target baru sebagai sebuah wacana yang 'menantang'.

Selain menetapkan target inflasi 2% pada pertemuan tanggal 21-22 Januari lalu, BOJ juga memutuskan untuk lebih fleksibel dalam menentukan masa berlaku program pembelian asetnya. Otoritas menandatangani pakta kesepakatan dengan pemerintah untuk saling membantu dalam upaya restorasi ekonomi nasional yang sedang terpuruk.

 (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar