Rabu, 13 Desember 2017

world-economy  World Economy

Pejabat ECB: Penguatan Euro Hambat Pencapaian Inflasi

Senin, 28 April 2014 17:33 WIB
Dibaca 509

Monexnews - Anggota Dewan European Central Bank (ECB), Christian Noyer, beberapa saat lalu mengutarakan pendapatnya tentang dinamika harga produk konsumen di wilayah Eropa. Menurutnya, risiko Uni Eropa terkena deflasi sangatlah kecil walau ia juga mengakui bahwa penguatan nilai tukar Euro turut membebani harga-harga. 

Christian Noyer merupakan anggota dewan yang paling kritis dalam menyikapi pergerakan kurs Euro dalam beberapa waktu terakhir. Ia bahkan mengklaim dinamika valuta tunggal di pasar forex merupakan salah satu faktor yang menurunkan laju inflasi. "Menurut perhitungan ECB, jika (kurs) Euro sekarang sekitar 10% lebih rendah dibandingkan posisinya di akhir 2012, maka inflasi seharusnya sudah mendekati 1%," ujarnya. Noyer menganggap kurs mata uang tunggal yang kuat telah menerbangkan arus modal dari negara emerging ke zona Euro. Negara-negara yang sedang berupaya memulihkan diri dari krisis hutang sangat diuntungkan oleh fenomena ini. "Kepercayaan terhadap prospek investasi di Eropa mulai normal, namun efeknya terhadap mata uang tidak bisa dibiarkan," tegasnya.

Trend perlambatan ekonomi memang masih membayangi zona Euro pasca krisis hutang tiga tahun lalu. Bank sentral belum berhasil menjawab tantangan tersebut meskipun sudah melakukan berbagai strategi pelonggaran moneter. Karena alasan itulah, ECB kemungkinan bersedia mengadaptasi kebijakan yang selama ini berlaku di Amerika Serikat. Kombinasi antara suku bunga negatif dan pencetakan uang baru menjadi jalan terakhir untuk menggenjot inflasi di negara-negara pengguna mata uang tunggal.

Pada pertemuan bulanan hari Kamis 3 April lalu, dewan kebijakan ECB memutuskan untuk menahan suku bunga di level 0.25%. Bank sentral mengklaim langkah ini melevan karena penurunan inflasi di bulan Maret diyakini hanya bersifat sementara, sebelum harga konsumen kembali naik lagi di bulan April berkat meningkatnya permintaan di sektor jasa dan pariwisata jelang Paskah. Pun demikian, Draghi memastikan kalau pihaknya tidak akan segan mengambil kebijakan baru yang lebih suportif apabila skenario itu urung terjadi. Dewan kebijakan sudah mendiskusikan wacana pemberlakuan bunga deposito negatif kepada bank-bank dan membuka kemungkinan dirilisnya quantitative easing ala Federal Reserve Amerika.

Tekanan untuk meluncurkan stimulus ekonomi mengemuka setelah data inflasi zona Euro anjlok ke 0.5% (Maret) atau level terendahnya sejak bulan November 2009. Padahal bank sentral menargetkan inflasi ideal dekat angka 2% untuk jangka menengah. Lambatnya proses kenaikan harga sangat menghambat upaya percepatan ekonomi di sebagian besar negara.

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar