Minggu, 23 Juli 2017

world-economy  World Economy

Pelarangan Ekspor Minyak Mentah Bantu Ekonomi AS

Rabu, 11 Juni 2014 23:18 WIB
Dibaca 513

Monexnews - Menurut Goldman Sachs Group Inc. pelarangan ekspor minyak mentah AS yang telah berlangsung selama empat dekade harus tetap dilakukan sampai mencapai titik jenuh, ketika kapasitas penyulingan domestik tidak mampu lagi menyerap produksi minyak mentah.

Mempertahankan pelarangan ekspor dikatakan Goldman akan meberikan “nilai tertinggi” bagi perekonomian AS. Goldman memperkirakan dengan biaya ekstraksi saat ini, pelarangan ekspor kemungkinan akan mulai membebani output pertumbuhan AS dalam beberapa tahun kedepan.

Undang-undang federal tahun 1975 melarang sebagian besar ekspor, dan hanya memperbolehkan pengiriman produk olahan seperti bensin dan solar. Para pendukung pelarangan ekspor minyak mentah mengatakan dengan tetap mengolah minyak mentah di AS dapat membantu mengurangi biaya bahan bakar minyak untuk konsumen rumah tangga dan industri.

“Mempertahankan pelarangan akan menjadi keputusan yang optimal sampai kejenuhan tercapai untuk memaksimalkan kontribusi dari penyulingan. Ketika kejenuhan tercapai, maka akan optimal untuk mencabut larangan karena nilai tambah dari produksi minyak mentah yang tinggi akan melebihi nilai tambah sektor penyulingan” kata Damien Courvalin, analis Goldman di New York.

Energy Information Administration melaporkan produksi minyak AS naik sebesar 77.000 barel menjadi 8,47 juta barel per hari pada pekan lalu, dan menjadi produksi tertinggi sejak bulan Oktober 1986. (pap)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar