Kamis, 25 Mei 2017

breaking-news Klaim Pengangguran AS naik ke 234K pekan lalu,sebelumnya 232K, perkiraan 238K

world-economy  World Economy

Pembangkit Listrik Berbahan Bakar Tongkang Jagung Pertama Di Indonesia Diresmikan

Rabu, 23 Juli 2014 13:21 WIB
Dibaca 579

Monexnews - Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan meresmikan PLT Biomassa yang memanfaatkan Tongkang Jagung sebagai sumber energi utama. Pembangkit yang diberi nama PLTB Pulubala berlokasi di kecamatan Pulubala, kabupaten Gorontalo, propinsi Gorontalo dan memiliki kapasitas 500 kilo Watt (kW). Turut hadir dalam peresmian, Direktur (Operasi Indonesia Timur) PLN, Vickner Sinaga dan Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim serta GM PLN SUluttenggo, Santoso Januwarsono. Senin (21/07/2014).

Meski kapasitasnya belum terlalu besar, merupakan awal dari hadirnya pembangkit-pembangkit biomassa di Indonesia. "PLTB Pulubala ini masih sangat kecil jika dibandingkan dengan tingkat kebutuhan listrik masyarakat kita. Tapi tidak masalah, karena nantinya akan dibangun lebih banyak lagi pembangkit listrik biomassa yang kapasitasnya bervariasi, mulai dari 500 kW bahkan hingga diatas 1 MW. Tidak itu saja, bahan bakarnya pun bisa dari apa saja, tidak terbatas tongkang jagung, tapi dari cangkang sawit, pelepah kayu dan sebagainya" ujar Menteri BUMN, Dahlan Iskan.

Menteri BUMN memberikan apresiasi kepada PT PLN khususnya kepada 7 anggota Tim dari PLN Area Gorontalo yang berhasil membangun PLTB yang memanfaatkan tongkol jagung ini. "Saya bangga, ternyata putra-putra terbaik di PLN sudah mampu membuat mesin pembangkit listrik tenaga biomassa" lanjut Dahlan Iskan.

“Ide awal untuk pembangunan PLTB di Gorontalo ini adalah atas challenge yang diberikan oleh Direktur (Operasi Indonesia Timur) PLN, Vickner Sinaga sekitar 2 tahun lalu kepada PLN Gorontalo untuk memikirkan bagaimana caranya untuk bisa menghasilkan listrik dengan melihat potensi lokal yang banyak tersedia di Gorontalo”, ujar GM PLN Suluttenggo, Santoso Januwarsono.

PLTB Pulubala ini lanjut Santoso, menjadi salah satu upaya nyata PLN untuk menggunakan kearifan lokal berupa pemanfaatan potensi tongkol jagung yang banyak tersedia di propinsi Gorontalo menjadi salah satu sumber energi listrik, dimana propinsi Gorontalo selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil jagung terbesar di Indonesia. Selain itu, kehadiran PLTB ini tentunya adalah bagian dari upaya PLN untuk memanfaatkan potensi energi alternatif selain Bahan Bakar Minyak (BBM).

Saat ini sekitar 7,76% tingkat pertumbuhan ekonomi di Gorontalo, dimana 11,36% pertumbuhan kebutuhan listrik setiap tahunnya. Biaya Pokok Produksi (BPP) listrik di Gorontalo jika menggunakan BBM adalah Rp. 2.900/kWh sedangkan jika menggunakan PLTB Tongkol Jagung ini, BPP dapat ditekan menjadi Rp. 1.058/kWh.

Beban listrik di Gorontalo saat ini mencapai 78 MW untuk melayani 187 ribu pelanggan, diantaranya 70 ribu pelanggan di seluruh propinsi Gorontalo telah menggunakan layanan listrik prabayar. Saat ini listrik di Gorontalo telah terhubung dalam sistem interkoneksi 150 kV Sulutgo (Sulawesi Utara - Gorontalo). (SF)

Sumber: rilis berita Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral

www.esdm.go.id

- disadur tanpa penyuntingan

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar