Senin, 24 Juli 2017

world-economy  World Economy

Pembangunan Kilang Minyak Baru Dipercepat

Kamis, 26 Februari 2015 10:25 WIB
Dibaca 875

Monexnews - Untuk meningkatkan ketahanan energi nasional, Indonesia membutuhkan kilang minyak baru. Menurut rencana, dalam waktu dekat akan dibangun 2 kilang baru yaitu pertama, kilang yang dibangun dengan menggandeng swasta (kerja sama pemerintah dan swasta/KPS) dan kedua, kilang yang dibangun murni oleh swasta. Pembangunan kilang minyak baru ini akan dipercepat.

Untuk kilang yang dibangun dengan skema KPS, rencananya akan dibangun di Bontang, Kalimantan Timur. Diharapkan pada September 2016 mendatang, kilang ini sudah groundbreaking. Pertamina akan bertindak sebagai offtaker kilang berkapasitas 300.000 barel per hari tersebut .

Sementara untuk kilang yang akan dibangun oleh investor yang berasal dari Timur Tengah, berlokasi di Pulau Jawa dengan kapasitas 150.000 barel per hari. Kilang ini juga diharapkan dapat groundbreaking pada 2016 dan rampung dibangun akhir 2018.

“Crude dari Timur Tengah dan sudah ada komitmen (jual beli) minimum 20 tahun. Lebih dari itu boleh,” papar Pelaksana Tugas Dirjen Migas IGN Wiratmaja di Gedung Plaza Centris, Jakarta, Rabu (25/2).

Berdasarkan hasil studi yang dilakukan, pembangunan kilang oleh swasta ini cukup ekonomis, terutama lantaran pembelian minyaknya dibeli secara G to G. “Jadi ada diskon di sana,” tegasnya.

Mengenai lahan untuk kilang, sepenuhnya juga dilakukan oleh investor. Meski demikian, Pemerintah mendorong PT Pertamina untuk ikut serta menanamkan sahamnya agar dapat menjadi offtaker.

Indonesia perlu memiliki 2 kilang minyak baru untuk mengatasi defisit BBM 608.000 barel per hari. Kapasitas kilang Indonesia saat ini mencapai 1,1157 juta barel per hari. Sedangkan produksi minyak Indonesia yang dapat diolah di kilang dalam negeri hanya sekitar 649.000 barel per hari. Di sisi lain, kebutuhan BBM dalam negeri mencapai 1,257 juta barel per hari.

Untuk tahun 2015, kapasitas kilang Indonesia diperkirakan sebesar 1,167 juta barel per hari, produksi minyak yang bisa diolah sebesar 719.000 barel per hari. Kebutuhan BBM diperkirakan 1,359 juta barel per hari, sehingga terjadi defisit 640.000 barel per hari. Sementara tahun 2025, kapasitas kilang diperkirakan 2,067 juta barel per hari, produksi minyak yang dapat diolah sekitar 1,384 juta barel, konsumsi BBM 2,012 juta barel dan defisit 628 juta barel per hari. (TW)


Sumber: rilis berita Ditjen Migas Kementerian ESDM Republik Indonesia

http://www.migas.esdm.go.id/

*disadur tanpa penyuntingan

 (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar