Rabu, 26 Juli 2017

world-economy  World Economy

Pembatasan Kuota BBM Bersubsidi Tak Picu Inflasi

Rabu, 27 Agustus 2014 11:48 WIB
Dibaca 511

Monexnews - Plt. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Andin Hadiyanto meyakini, pembatasan kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan menimbulkan dampak signifikan terhadap laju inflasi.

Selama tidak ada kenaikan harga, menurutnya, inflasi akan tetap terkendali. “Pembatasan yang dilakukan tidak disertai dengan kenaikan harga, jadi tidak akan terlalu berdampak pada inflasi,” jelasnya di Kantor Pusat Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (26/8).

Lebih lanjut ia mengungkapkan, inflasi akan terjadi jika nantinya ada kenaikan harga-harga sebagai akibat dari pembatasan kuota BBM bersubsidi. “Kalau toh ada dampak, tidak signifikan, karena ada orang yang tadinya pakai premium jadi pakai pertamax. Kalau tidak diikuti dengan kenaikan harga yang lain-lain tidak akan terlalu meningkatkan inflasi,” ungkapnya.

Namun demikian, ia meyakini, kalaupun terjadi kenaikan inflasi, hal tersebut hanya akan berlangsung sementara. Sebagai contoh, saat pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi pada Bulan Juni tahun lalu, kenaikan inflasi hanya terjadi pada Bulan Juli dan selanjutnya kembali ke normal. “Jadi inflasinya sifatnya hanya jangka pendek, nanti akan kembali ke normal lagi,” katanya.(nv)

Sumber: rilis berita Kementerian Keuangan Republik Indonesia

www.kemenkeu.go.id

*disadur tanpa penyuntingan

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar