Kamis, 27 Juli 2017

world-economy  World Economy

Pemberontak Tidak Akui Pemerintahan Libya

Selasa, 27 Mei 2014 9:45 WIB
Dibaca 372

Monexnews - Pimpinan pemberontak, yang menguasai pelabuhan minyak Libya, utarakan tidak mengakui pemerintahan Perdana Menteri Ahmed Maiteeq. Sikap pemberontak tersebut tentunya dapat sinyalkan potensi batalnya kesepakatan untuk memulihkan ekspor minyak Libya. Pimpinan pemberontak, Ibrahim Jathran, sebelumnya telah menyetujui dengan pendahulu Maiteeq untuk secara bertahap mengakhiri aksi pemberontakan yang telah menganggu ekspor minyak Libya. Pemberontak masih menguasai pelabuhan dan jika pelabuhan tidak bisa beroperasi normal maka produksi minyak Libya akan tetap rendah sebesar 160.000 barel per hari (bpd); cukup kontras dari produksi 1,4 juta bpd sebelum aksi pemberontakan muncul.

Situasi di Libya masih labil di tengah ketatnya persaingan antara pihak pro-Islam, anti-Islam, suku setempat, dan golongan tertentu yang ingin menguasai pemerintahan. Perpecahaan di antara masyarakat cukup terlihat pasca jatuhnya rezim Qaddafi 3 tahun silam. Libya telah usulkan pemilu dini pada bulan Juni untuk meredakan krisis politik namun Maiteeq utarakan pemerintahannya akan tetap berkuasai untuk mengawasi hasil pemilu. (fr)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar