Rabu, 18 Januari 2017

breaking-news Indeks Rata-Rata Pendapatan Inggris naik 2.8% di November vs 2.6% di Oktober, estimasi 2.6%.

world-economy World Economy

Pembicaraan 4 Negara Hasilkan Kesepakatan Untuk Redakan Ketegangan Di Ukraina

Jumat, 18 April 2014 16:55 WIB
Dibaca 663

Monexnews -

AS dan Uni Eropa menuntut Rusia agar dapat membantu menenangkan krisis di Ukraina atau mereka akan menghadapi sanksi terbaru setelah pembicaraan antara empat negara tersebut menghasilkan kesepakatan yang bertujuan untuk meredakan ketegangan di tengah kebuntuan terburuk sejak perang dingin.

Pada pertemuan di Jenewa, Swiss, para pejabat mengatakan bahwa mereka akan melucuti senjata dari kelompok bersenjata illegal tersebut, mengembalikan gedung-gedung yang telah mereka kuasai kepada para pemiliknya dan menyuruh kelompok tersebut berkumpul di tempat publik yang sudah di kosongkan. Mereka juga mengatakan bahwa amnesty akan di berikan kepada para demonstran, ini merupakan sebuah misi dari Organization for Security and Cooperation di Eropa yang akan membantu dalam mengawasi tindakan, dan proses konstitusi baru yang akan bertujuan untuk membangun “dialog nasional secara luas” di negara bekas republik Uni Soviet yang berpenduduk sebanyak 45 juta jiwa.

“Jika kami tidak melihat adanya kemajuan dalam upaya yang segera, untuk menerapkan prinsip-prinsip dari perjanjian ini pada pekan ini, maka kami tidak akan memiliki pilihan selain memberikan sanksi lebih lanjut pada Ukraina,” kata Menteri Luar Negeri AS, John Kerry dalam konfrensi pers di Jenewa Kemarin setelah pertemuan selama enam jam dengan Rusia, Ukraina dan Uni Eropa.

Di saat kesepakatan ini mungkin akan meredakan ketegangan, pejabat AS dan Uni eropa terlihat masih ragu atas apakah Rusia ,yang  mereka tuduh telah menyebabkan kerusuhan setelah aneksasi Crimea pada bulan lalu, akan mundur dan menarik sekitar 40.000 tentaranya di perbatasan Ukraina. Presiden Valdimir Putin telah mengatakan bahwa pemerintahannya tidak akan bertanggung jawab atas tumbuhnya ketidakpuasan di antara warga sipil yang berbahasa Rusia di wilayah timur Ukraina di saat dia masih memiliki hak untuk mengirim tentara.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar