Rabu, 25 Januari 2017

breaking-news Keputusan Mahkamah Agung Inggris: proses formal Brexit harus melalui persetujuan parlemen.

world-economy  World Economy

Pembuat Kebijakan Indonesia Bertentangan Tentang Kebijakan Suku Bunga

Kamis, 7 Mei 2015 14:27 WIB
Dibaca 5244

Monexnews - Pemerintah Indonesia dan bank sentral bentrok pada dimana suku bunga harus berada karena perlambatan ekonomi di negara dengan tingkat ekonomi terbesar di Asia tenggara tersebut semakin dalam.

Pihak berwenang akan secara bertahap memangkas biaya pinjaman dan harus melakukannya tanpa menghalangi orang untuk menaruh uangnya di bank, kata Wakil Presiden Jusuf Kalla kepada wartawan di Jakarta pada hari kamis, setelah berakhirnya pertemuan antara pemerintah dan bank sentral. Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo membantah dengan janji untuk mempertahankan sikap kebijakan moneter yang ketat.

Presiden Indonesia Joko Widodo ingin mengangkat ekspansi ekonomi menuju ke level 7%, namun pertumbuhan GDP melambat menjadi 4.7% di kuartal pertama dari setahun yang lalu, itu menjadi laju terlemah sejak tahun 2009. Bank sentral berupaya menyeimbangkan tekanan dari pemerintah untuk mendukung ekonomi terhadap upaya untuk mengekang inflasi, defisit neraca berjalan yang masih berlangsung dan untuk mendukung rupiah, yang menjadi mata uang dengan kinerja terburuk di Asia pada tahun ini.

Salah seorang ekonom di salah satu bank di Singapura mengatakan bahwa kami tidak berpikir bahwa Bank Indonesia memiliki ruang untuk mengambil kebijakan memangkas suku bunga dalam jangka pendek. Pasar mungkin tidak merespon dengan baik pada rencana pemangkasan suku bunga dan rupiah kemungkinan masih dalam tekanan jual.

Rupiah memperpanjang kerugiannya untuk diperdagangkan turun 0.5% di 13,096 pada siang ini. Mata uang telah anjlok 5.4% pada tahun ini.

Gubernur Agus Martowardojo, dua jam sebelum keluarnya pernyataan dari Jusuf Kalla mengatakan bahwa Bank Indonesia akan mempertahankan sikap kebijakan moneter ketat untuk menjaga ekspektasi inflasi dan tekanan dari luar. Bank sentral akan mempertahankan stabilitas keuangan dan mengijinkan fleksibilitas nilai tukar mata uang, sekaligus memperkuat kebijakan yang beragam.

 

fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar