Rabu, 29 Maret 2017

world-economy  World Economy

Pemerintah Belum Akan Kenakan PPnBM Ponsel

Kamis, 5 Juni 2014 15:32 WIB
Dibaca 458

Monexnews -  Wakil Menteri Keuangan II menegaskan, sampai saat ini, pemerintah belum akan menerapkan pengenaan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) terhadap telepon seluler (ponsel).

Menurutnya, wacana pengenaan pajak tersebut telah menyebabkan nilai impor ponsel meningkat tajam pada Bulan April lalu, yang mengakibatkan defisit neraca perdagangan mencapai 1,96 miliar dolar AS. "Itu yang bikin defisit trade balance kita dan rupiah jadi lemah," katanya saat ditemui di Jakarta, seperti dikutip dari laman Antara.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia selama April 2014 mengalami defisit sebesar 1,96 miliar dolar AS, yang merupakan selisih nilai total ekspor sebesar 14,29 miliar dolar AS dan total impor senilai 16,26 miliar dolar AS. "Tingginya impor didorong melonjaknya permintaan terhadap mesin dan peralatan mekanik. Peralatan elektronik seperti ponsel dan tablet menjadi pemicunya," kata Kepala BPS Suryamin.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, ponsel menjadi komoditas dengan nilai impor terbesar kedua setelah komponen minyak dan gas bumi (migas). Sementara, dalam kelompok nonmigas, ponsel berada di urutan teratas.(nv)


Sumber: rilis berita Kementerian Keuangan Republik Indonesia

www.kemenkeu.go.id

-disadur tanpa penyuntingan


(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar