Senin, 29 Mei 2017

world-economy  World Economy

Pemerintah China Akui Adanya Ancaman Deflasi

Kamis, 12 Februari 2015 13:29 WIB
Dibaca 507

Monexnews - Pemerintah China mengaku bahwa perekonomian nasionalnya sedang menghadapi ancaman deflasi. Rendahnya arus permintaan dari dalam negeri membuat harga-harga di level konsumen tidak kunjung meningkat. 

Menurut Lu Lei, Direktur Biro Riset People's Bank of China (PBOC), risiko terbesar yang dihadapi oleh China adalah ancaman deflasi dan ekspektasi inflasi. "Perekonomian China kemungkinan hanya tumbuh sekitar 7,1% di 2015, dengan kenaikan inflasi sebesar 1,8%," katanya dalam artikel yang dipublikasikan di China Finance 40 Forum.

Pada tahun 2014 lalu, pertumbuhan ekonomi China tumbuh 7,4% sekaligus menjadi laju pertumbuhan paling lambat dalam hampir se-abad terakhir. Adapun untuk tahun 2015, pemerintah menargetkan ekonomi tumbuh 7%. Perekonomian domestik kekurangan faktor penggerak untuk kemajuan jangka panjang. "Sektor manufaktur masih harus berjuang mengembalikan daya saingnya dan mengelola kelebihan produksi," tambah Lu.

Seperti diketahui, angka consumer-price index (CPI) yang menjadi paramater utama inflasi China hanya naik 0,8% di bulan Januari lalu dibandingkan periode yang sama 2014. Pada tahun lalu, CPI naik 2,0% dibandingkan bulan yang sama 2013.

Selain mempertimbangkan faktor inflasi, pembuat kebijakan disarankan juga memantau posisi cadangan valas di sistem perbankan sebelum membuat keputusan. Bank-bank tercatat menjual tabungan valas senilai 118.4 miliar Yuan ($19 miliar) di bulan Desember akibat pengaruh dari tingginya arus modal keluar dari oasar keuangan. Investor asing memang mulai khawatir dengan kondisi ekonomi China dan kinerja kurs Yuan sehingga memilih untuk menaruh dananya di negara lain.

 

 (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar