Selasa, 24 Januari 2017

breaking-news Keputusan Mahkamah Agung Inggris: proses formal Brexit harus melalui persetujuan parlemen.

world-economy  World Economy

Pemerintah China Larang Penggunaan Bitcoin?

Jumat, 31 Januari 2014 15:14 WIB
Dibaca 858

Monexnews - Komunitas pengguna Bitcoin mulai ketar-ketir dengan prospek aset simpanannya di masa depan. Di tengah belum jelasnya aturan tentang alat tukar kontroversial ini, beberapa negara mulai memberi sinyal larangan bagi warganya.

Sejak bulan Desember lalu, muncul kabar kalau pemerintah China akan melarang segala bentuk penggunaan Bitcoin oleh individu maupun perorangan. Bank sentral dispekulasikan hanya akan merestui penggunaan Yuan sebagai alat transaksi yang sah dan tidak memperbolehkan pembelian Bitcoin. Kabar tersebut beredar luas di kalangan pelaku bisnis dan komunitas pengguna Bitcoin sehingga menimbulkan kekhawatiran besar.

Entah dari mana datangnya, muncul kabar kalau People's Bank of China akan mengumumkan larangan Bitcoin mulai hari ini sehingga regulasi anyar tersebut bisa diberlakukan pada bulan Februari. "Rumor tentang kebijakan China membuat komunitas kami cemas," ujar Malcolm Casselle, wirausahawan sukses yang memiliki banyak klien di wilayah China. Ia berbicara atas nama forum pengguna Bitcoin Amerika Utara, yang baru saja mengadakan pertemuan di Miami awal bulan Januari. Sejak kabar tersebut mengemuka, harga Bitcoin anjlok nyaris 50% dari posisi tingginya di atas $1000 menjadi hanya $500 dalam hitungan hari.

Masa depan Bitcoin memang semakin tak menentu terutama setelah muncul kabar tidak mengenakkan awal pekan ini. Seperti diberitakan sebelumnya, CEO Bitcoin, Charlie Shrem, ditangkap oleh polisi New York di bandara John F. Kennedy pada hari Minggu lalu (26/01) karena diduga terlibat dalam penjualan Bitcoin kepada pihak-pihak yang terlibat dalam bisnis narkotika dan obat-obatan terlarang sehingga terindikasi melanggar UU federal di Distrik Selatan New York.

Selain Shrem, polisi juga memenjarakan Robert M. Faiella, seorang broker Bitcoin yang juga anggota situs Silk Road. Keduanya diduga terlibat dalam penjualan Bitcoin senilai lebih dari $1 juta kepada para pengguna situs 'bawah tanah' Silk Road'. Situs ini ditengarai adalah wadah bagi para pengguna narkoba untuk bertransaksi secara ilegal, di mana mereka mulai menggunakan Bitcoin sebagai alat tukarnya.

Shrem, yang masih berusia 24 tahun, diklaim kerap saling bertukar uang tunai dan Bitcoin dengan Faiella. Faiella sendiri memiliki pusat jual beli Bitcoin di situs Silk Road dengan nama ID 'BTCKing', yang konon dipakai oleh para pecandu narkoba sebagai alat tukar dalam transaksi mereka. Selain dituduh melakukan pencucian uang, Shrem didakwa telah lalai karena tidak melaporkan aktivitas ilegal Faiella kepada polisi. Kerjasamanya dengan supplier Bitcoin untuk situs narkoba ini dianggap menyalahi UU Bank Secrecy Act. Bahkan terdapat indikasi kalau Shrem juga merupakan pengunjung situs Silk Road, di mana ia membeli ganja untuk keperluannya sendiri.

Badan pengawas perbankan kota New York sudah berencana membuat aturan khusus untuk mengatur mekanisme penggunaan Bitcoin dalam aktivitas transaksi. Dengan adanya regulasi baru bernama 'Bitlicense', pihak investor dan pengguna Bitcoin diarahkan untuk memakai koin emasnya secara baik dan benar. "Aturan Bitlicense akan membatasi celah pencucian uang, khususnya di tengah pesatnya kemajuan teknologi," ujar Benjamin Lawsky, Superintendent of Financial Services New York. Komentar Lawsky terlontar saat dirinya menghadiri sesi dengar pendapat yang diadakan oleh New York Department of Financial Services terkait isu negatif di balik penggunaan Bitcoin. Materi yang dibahas dalam pertemuan kemudian akan dipakai sebagai acuan dalam pembuatan aturan khusus tentang penggunaan Bitcoin.

Sementara itu di Rusia, pemerintah sudah mewanti-wanti warganya untuk berhati-hati dalam melakukan transaksi virtual dengan mamakai alat tukar non-kartal. Dalam pernyataan resminya kemarin, Bank Sentral Rusia memperingatkan bahwa penggunaan uang seperti Bitcoin melanggar pasal 27 Federal Law “On the Central Bank of the Russian Federation”. Apabila nantinya ada satu negara saja yang resmi melarang pemakaian Bitcoin, maka kemungkinan besar negara-neagra lainnya akan menyusul.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar