Jumat, 22 September 2017

world-economy  World Economy

Pemerintah Dorong Investasi di Indonesia

Jumat, 8 Agustus 2014 15:19 WIB
Dibaca 527

Monexnews - Pemerintah terus mendorong investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Hal ini mengingat, investasi industri diharapkan dapat menyerap banyak tenaga kerja serta memberi  multiplier effects bagi perekonomian nasional dan menambah penerimaan negara.

"Kami terus mendorong investasi yang masuk di Indonesia agar dilakukan tidak hanya di Jawa, tapi juga di luar Pulau Jawa," kata Menteri Perindustrian M.S. Hidayat di Jakarta, sebagaimana dilansir infopublik.org pada Kamis (7/8). Guna mendorong realisasi investasi, pemerintah akan tetap menyediakan berbagai insentif fiskal, seperti tax holiday dan tax allowance.

Sementara, beberapa cabang industri yang investasinya diharapkan tumbuh tinggi antara lain industri berbasis migas dan sumber daya mineral serta industri berbasis agro. "Ini sejalan dengan program prioritas Kemenperin (Kementerian Perindustrian) yaitu pengembangan industri hilir berbasis agro, migas, dan bahan tambang mineral, serta peningkatan daya saing industri berbasis SDM, pasar domestik, dan ekspor," lanjutnya.

Ia menambahkan, pada triwulan II-2014, industri pengolahan non-migas tumbuh secara kumulatif sebesar 5,49 persen atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi (PDB) yang sebesar 5,17 persen. Cabang-cabang industri yang mengalami pertumbuhan tinggi antara lain industri makanan, minuman dan tembakau sebesar 9,62 persen; industri barang kayu dan hasil hutan lainnya 6,35 persen; industri alat angkut, mesin dan peralatannya sebesar 4,52 persen; serta industri barang lainnya 15,77 persen.

Sementara itu, pada triwulan II-2014, realisasi investasi di sektor industri masih stagnan. "Ini salah satunya dikarenakan para investor masih menunggu terbentuknya pemerintahan baru pasca-pemilihan presiden 2014," katanya.

Sebagai informasi, investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sektor industri pada triwulan I dan II tahun ini mencapai Rp23,18  triliun atau 31,8 persen terhadap seluruh investasi PMDN nasional. Cabang industri yang memberikan kontribusi besar terhadap investasi PMDN antara lain industri makanan Rp9,76 triliun; industri kimia dan farmasi Rp3,45 triliun; serta industri mineral non logam Rp3,32 triliun.

Di sisi lain, Penanaman Modal Asing (PMA) sektor industri pada triwulan II-2014 mencapai 3,22 miliar dolar AS, sedikit lebih rendah dibandingkan triwulan I-2014 yang sebesar 3,49 miliar dolar AS. Dengan demikian, total investasi PMA sektor industri pada semester I tahun ini telah mencapai 6,71 miliar dolar AS.

Cabang industri yang memberikan kontribusi besar terhadap investasi PMA antara lain industri makanan sebesar 2,06 miliar dolar AS; industri kendaraan bermotor dan alat transportasi lain 1,03 miliar dolar AS; serta industri kimia dan farmasi 979,4 juta dolar AS.


Sumber: rilis Berita Kementerian Keuangan Republik Indonesia

www.kemenkeu.go.id

*disadur tanpa penyuntingan


(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar