Jumat, 24 November 2017

world-economy  World Economy

Pemerintah Harapkan Deflasi pada September-Oktober

Senin, 16 September 2013 16:34 WIB
Dibaca 582

Monexnews - Pemerintah memperkirakan laju inflasi hingga akhir tahun ini akan berada di bawah 9,2 persen, jika pada Bulan September dan Oktober ini terjadi deflasi. Demikian disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro di Jakarta, Jumat (13/9).

Menurutnya, untuk mencapai inflasi di bawah 9,2 persen, pemerintah harus dapat menekan ke arah terjadinya deflasi dalam dua bulan berturut-turut. Terlebih, pada Bulan September ini kemungkinan ada beberapa perbaikan signifikan. “September dan Oktober (harus terjadi deflasi), harus dua bulan baru ada indikasi (inflasi) di bawah 9,2 persen, karena di dua bulan berikutnya yaitu November dan Desember menjelang akhir tahun akan ada tekanan secara musiman,” ungkapnya.

Pemerintah, lanjutnya, sudah melakukan berbagai upaya untuk menekan laju inflasi pada tahun ini dengan berbagai kebijakan yang telah diterapkan di sektor perdagangan maupun pertanian. Namun, pihaknya mengakui pemerintah hanya dapat mengerem laju inflasi dari sisi pangan. “Kalau produk-produk impor apa dulu produknya, kalau memang barang biasa, kita tidak bisa apa-apa, karena hanya pangan saja yang bisa kita atur,” pungkasnya.(ans)

 

sumber: rilis resmi Kementerian Keuangan Republik Indonesia

www.depkeu.go.id


*disadur tanpa perubahan

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar