Sabtu, 16 Desember 2017

world-economy  World Economy

Pemerintah Himpun Dana Rp6,87 Triliun dari Lelang SBSN

Kamis, 15 Januari 2015 11:23 WIB
Dibaca 527

Monexnews - Pemerintah berhasil menghimpun dana sejumlah Rp6,87 triliun dari hasil lelang empat seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada Selasa (13/1) kemarin. Hasil lelang ini akan digunakan untuk memenuhi sebagian dari kebutuhan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2015.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Yudi Pramadi dalam keterangan resminya pada Rabu (14/1) menyatakan bahwa total penawaran yang masuk dalam lelang kemarin mencapai Rp13,75 triliun, atau sekitar dua kali lipat dari jumlah nominal yang dimenangkan.

Secara rinci, empat seri SBSN yang dilelang kemarin yakni seri SPN-S 14072015, PBS006, PBS007, dan PBS008. Seri SPN-S 14072015 merupakan SBSN jangka pendek yang akan jatuh tempo pada 14 Juli 2015. Total penawaran yang masuk untuk seri ini mencapai Rp5,6 triliun, dengan jumlah nominal yang dimenangkan sebesar Rp500 miliar.

Sementara itu, seri PBS006, PBS007 dan PBS008 merupakan SBSN berbasis proyek. Seri PBS006 yang akan jatuh tempo pada 15 September 2020 mencatatkan total penawaran masuk sebesar Rp1,75 triliun. Jumlah nominal yang dimenangkan untuk seri ini sebesar Rp1,05 triliun.

Sementara, seri PBS007 yang akan jatuh tempo pada 15 September 2040 mencatatkan total penawaran sebesar Rp1,2 triliun, dengan jumlah nominal yang dimenangkan sebesar Rp1,16 triliun. Terakhir, seri PBS008 yang akan jatuh tempo pada 15 Juni 2016 mencatatkan total penawaran sebesar Rp5,2 triliun, dengan jumlah nominal yang dimenangkan sebesar Rp4,16 triliun.(nv)


Sumber: rilis berita Kementerian Keuangan Republik Indonesia

www.kemenkeu.go.id

*disadur tanpa penyuntingan

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar