Sabtu, 21 Oktober 2017

world-economy  World Economy

Pemerintah Indonesia Cukup Galak Respon Penghentian QE di G20

Selasa, 10 September 2013 10:03 WIB
Dibaca 570

Monexnews - Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basri mengatakan bahwa Indonesia mendapatkan posisi penting saat pembahasan dalam pertemuan G20. Sikap Pemerintah Indonesia yang cukup “galak” saat merespon penghentian stimulus Quantitative Easing (QE) Amerika Serikat membawa dampak positif. “Indonesia kemarin dikenal agak galak soal QE, ternyata ada untungnya juga dengan itu Indonesia punya posisi, sehingga pas pembahasan menjadi mudah, dan itu masuk deklarasi. Ketika dinyatakan sebuah kebijakan negara harus mempertimbangkan dampaknya ke negara lain,” ujar Menkeu, Senin (9/9).

Deklarasi tersebut juga disuarakan negara lain seperti Brazil, Cina, India dan Turki. Negara-negara tersebut memang tidak sepakat dengan kebijakan yang diambil oleh Bank Sentral AS. Terlebih mengingat depresiasi mata uang yang terjadi di beberapa negara-negara tersebut lebih parah dari Indonesia. “Yang agak keras juga India, Turki, setelah saya cek mereka depresiasinya lebih besar dibanding Indonesia, makanya lebih galak ketimbang kita, juga Cina juga protes, jadi kalau rame-rame dampaknya lumayan,” kata Menkeu.

Tak kurang, Presiden AS Barack Obama yang hadir dalam pertemuan G20 langsung menanggapi hal tersebut. Ia mengakui perlunya koordinasi dengan negara-negara berkembang dalam pengambilan kebijakan. “Respon pertama AS menyadari bahwa policy itu punya dampak, dia nggak sebut dalam moneter, dia mengakui perlunya koordinasi, itu yang dimau oleh emerging market,” sebut Menkeu.

Selain itu, Presiden AS setuju perlunya koordinasi, namun Ia tidak bisa mengatasnamakan The Fed (Bank Sentral Amerika). Kemudian tanggapan Obama adalah meminta negara-negara berkembang untuk menyelesaikan persoalan domestik. “Negara berkembang harus selesaikan isu domestiknya, jangan hanya blame QE, dan ini kita lakuin, dan kita juga mengakui problem kita 2, tapering off QE dan current deficit. India 3 malah, QE, fiscal deficit dan current account deficit, itu lebih buruk. Malaysia kenapa tidak parah, karena fiscal deficit saja. Jadi memang negara berkembang juga harus merespon itu, saya kira respon Obama itu wise,” pungkas Menkeu. (nic)


sumber: rilis resmi Kementerian Keuangan Republik Indonesia

www.depkeu.go.id


*disadur tanpa perubahan

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar