Kamis, 20 Juli 2017

world-economy  World Economy

Pemerintah Indonesia Mengkaji Larangan Ekspor Bijih Mineral

Selasa, 17 Desember 2013 13:54 WIB
Dibaca 762

Monexnews -Indonesia sedang merancang peraturan pemerintah yang akan mengatur rincian bagaimana larangan pengiriman bijih mineral akan diberlakukan bulan depan, dengan kabinet dijadwalkan akan mendisuksikan permasalahan ini pada pekan ini. Peraturan yang termasuk perlakuan terhadap operasi lokal Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc., masih dipersiapkan, ucap Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa di Jakarta setelah menteri-menteri bertemu untuk menduskusikan bagaimana memberlakukan larangan tersebut secara efektif. Kabinet akan mendiskusikan masalah ini pada hari Kamis, menurut Menteri Perindustrian M.S. Hidayat, yang menghadiri pertemuan hari ini dengan Rajasa, Menteri Keuangan Chatib Basri dan Menteri Sumber Daya Energi dan Mineral Jero Wacik.

Negara produsen tambang nikel terbesar di dunia iini ngin mendorong nilai pengiriman komoditas dengan mempromosikan pemrosesan domestik dan melarang ekspor bijih mineral setelah 12 januari. Sementara Larangan tersebut disetujui oleh parlemen bulan ini, memicu rally pada harga logam, perusahaan termasuk Freeport meminta kejelasan mengenai rincian penerapannya. Kementerian Perdagangan dan Industri mengatakan larangan tersebut beresiko menghilangkan sejumlah 800,000 pekerjaan. “Rincian dari penerapan larangan tersebut masih sedang dipersiapkan, dan akan hadir dalam bentuk peraturan pemerintah, hal tersebut masih didiskusikan,” ucap Rajasa. “Pemerintah akan mengikuti Undang-undang pertambangan mengenai pemrosesan domestik. Itu adalah bagian terpenting dari undang-undang yang akan diberlakukan mulai tanggal 12 Januari 2014.”

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar