Selasa, 26 September 2017

world-economy  World Economy

Pemerintah Ingin Penerimaan Pajak Tetap Optimal Tanpa Ganggu Investasi

Selasa, 2 Juni 2015 11:16 WIB
Dibaca 5847

Monexnews - Pemerintah akan mengarahkan kebijakan umum di bidang perpajakan tahun 2016 agar dapat mengoptimalkan penerimaan pajak tanpa mengganggu iklim investasi. Hal ini dilakukan mengingat investasi akan menjadi penopang pertumbuhan ekonomi tahun depan, di samping konsumsi rumah tangga.

Dalam konferensi pers tentang Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal 2016 di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta pada minggu lalu, Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro mengungkapkan, salah satu kebijakan bidang perpajakan tersebut adalah dengan mengusulkan kenaikan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). “Kita mengusulkan kenaikan PTKP, itu bagian dari mempertahankan daya beli masyarakat,” kata Menkeu.

Ia menambahkan, pemerintah juga akan melakukan perbaikan tax ratio dan tax coverage, di samping tetap fokus pada kepatuhan (tax compliance), baik kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi maupun Wajib Pajak Badan.

Sementara itu, untuk mengatasi masalah faktur pajak fiktif, pemerintah juga akan memberlakukan faktur pajak elektronik di seluruh Indonesia pada tahun depan. “Elektronik faktur tahun depan sudah seluruh Indonesia. Kalau tahun 2015 Bulan Juli itu baru Jawa-Bali, tahun depan di seluruh Indonesia, jadi seharusnya sudah tidak ada lagi faktur fiktif yang bisa mengganggu penerimaan atau membuat restitusi menjadi berlebihan,” tambahnya.

Selain itu, tahun depan pemerintah juga akan melakukan revisi atas Undang-Undang tentang Pajak Penghasilan (PPh) dan UU tentang Pajak Pertambahan Nilai (PPN). “Terutama terkait tarifnya nantinya,” pungkasnya.(nv)

 

Sumber: rilis berita Kementerian Keuangan Republik Indonesia

www.kemenkeu.go.id

*Disadur tanpa penyuntingan (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar