Jumat, 20 Oktober 2017

world-economy  World Economy

Pemerintah: Jangan Panik Sikapi Gejolak Nikkei dan Yen

Kamis, 13 Juni 2013 16:17 WIB
Dibaca 354

Monexnews - Kondisi pasar saham Jepang dan nilai tukar valuta Yen cenderung fluktuatif dalam beberapa waktu terakhir. Banyak pelaku pasar dan pengamat yang cemas dengan hal itu, dan beberapa di antaranya sudah menilai indeks Nikkei memasuki fase bearish. Namun anggapan itu dimentahkan oleh pemerintah Jepang dan bank sentral belakangan waktu terakhir. 

Salah satu pejabat tinggi di Tokyo mengatakan pemerintah tidak cemas dengan kinerja bursa saham maupun performa Yen. "Harga saham, bahkan pada levelnya saat ini, masih lebih tinggi sekitar 40% dari sebelum perdana menteri Shinzo Abe menjabat," ujar Juru Bicara Kabinet, Yoshihide Suga, kepada awak media hari ini. Suga juga sempat berujar kalau dulu Yen justru sempat menguat ke 76 per Dollar sebelum kabinet sekarang bekerja.

Indeks Nikkei merosot 6.4% hari ini sekaligus menandai pelemahan ke-6 dalam 7 sesi terakhir. Indikasi fase bearish mengemuka setelah indeks utama anjlok 20% dari level tertingginya di bulan Mei. Nilai tukar Yen berada di level 94.34 per Dollar saat bursa saham ditutup atau menguat dibanding catatan kemarin, 96.08. "Pasar saham selalu mengalami fase penyesuaian harga," tambah Suga. Oleh karena itu ia menekankan supaya pelaku pasar tidak panik dalam mengamati manuver-manuver di bursa.

Sekali lagi pemerintah menegaskan kepercayaan penuh terhadap Gubernur Bank of Japan, Haruhiko Kuroda, yang sedang menjalankan amanat moneter dari Shinzo Abe. Kuroda dipandang orang yang paling tepat untuk mengatas semua masalah ekonomi dan pemerintah tidak memiliki keraguan sedikitpun akan kapasitasnya sebagai pimpinan moneter.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar