Senin, 24 Juli 2017

world-economy  World Economy

Pemerintah Jepang Memangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 22 Juli 2014 15:31 WIB
Dibaca 683

Monexnews - Pemerintah Jepang memangkas proyeksi pertumbuhannya untuk tahun fiskal ini akibat lambatnya sektor ekspor dan penurunan pada tingkat permintaan pasca kenaikan pajak penjualan di bulan April, namun proyeksi sebagian besar sejalan dengan proyeksi Bank of Japan. Anggota panel penasehat pemerintah tidak keberatan terhadap pandangan BOJ bahwa inflasi tingkat konsumen akan terus naik di bawah program quantitative easing miliknya, menunjukkan adanya sedikit perbedaan antara penilaian pemerintah dan BOJ terhadap perekonomian. Kesamaan pandagan ini menunjukkan bahwa BOJ kemungkinan tidak akan mendapatkan tekanan dari pemerintah untuk kembali melonggarkan kebijakan moneter lebih lanjut seiring pemerintah mengalihkan fokusnya untuk merancang anggaran tahun fiskal yang selanjutnya.

"Anggota sektor swasta setuju bahwa inflasi konsumen dapat terus naik seiring gap output bergerak menuju area positif," ucap Akira Amari Menteri Perekonomian pasca pertemuan Council on Economic and Fiscal Policy (CEFP), panel penasehat tinggi pemerintah. Pemerintah saat ini memperkirakan pertumbuhan gross domestic product akan berada pada 1.2% untuk tahun fiskal 2014/15, dibandingkan 1.4% proyeksi sebelumnya tahun ini. Tingkat pertumbuhan diperkirakan akan bertambah cepat hingga 1.4% pada tahun mendatang, menurut estimasi Kantor Kabinet. Estimasi ini kurang lebih sama dengan proyeksi Bank of Japan, yang pada pekan lalu memangkas proyeksi pertumbuhan perekonomian untuk tahun fiskal ini menjadi 1.0%. BOJ memperkirakan laju pertumbuhan akan bertambah cepat menjadi 1.5% pada tahun fiskal mendatang.

"Menurutku faktor terbesarnya adalah penurunan permintaan eksternal akibat lambatnya pemulihan negara berkembang dan tingkat pertumbuhan ekspor yang berada di bawah ekspektasi," ucap Menteri Keuangan Minister Taro Aso. "Saya masih memperkirakan sektor ekspor akan bertumbuh seiring pulihnya perekonomian global." Kantor Kabinet juga memperkirakan inflasi konsumen secara keseluruhan naik sebanyak 1.2% unuk tingkat tahunan pada tahun fiskal 2014/15 dan naik sebanyak 1.8% pada tahun fiskal mendatang. Estimasi inflasi tingkat konsumen tersebut di luar dampak kenaikan pajak penjualan. Estimasi tersebut berbeda tipis dengan estimasi CPI dari BOJ, yaitu 1.3% untuk tahun fiskal ini dan 1.9% untuk tahun fiskal 2015/16.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar