Jumat, 24 Maret 2017

world-economy  World Economy

Pemerintah Jepang Peringatkan Pelemahan Tajam Pada Yen

Selasa, 9 September 2014 10:58 WIB
Dibaca 1295

Monexnews - Pemerintah Jepang pada hari Selasa memperingatkan fluktuasi tinggi pada nilai tukar yen tidak baik bagi perekonomian, menandakan bahwa pelemahan tajam lebih lanjut pada nilai tukar mata uang mungkin tidak akan disambut baik setelah yen anjlok ke level ternedah 6 tahun terhadap dollar. 

Menteri Perekonomian Akira Amari mengatakan sementara pasar, bukan pemerintah, menentuh nilai tukar yen, maka nilai tukar diharapkan untuk stabil pada level yang sesuai dengan fundamental ekonom. "Fluktuasi yang tinggi pada nilai tukar mata uang tidak baik untuk Jepang dan perekonomian global, terlepas dari pelemahan atau penguatan," ucap Amari pada konferensi pers, saat ditanyakan mengenai penguatan dollar ke level tertinggi 6 tahun terhadap yen pada hari Selasa.
Menteri Keuangan Taro Aso, yang memiliki yuridiksi mengenai kebijakan nilai tukar, mengeluarkan pernyataan yang lebih tenang daripada Amari namun menyuarakan peringatakan mengenai pelemahan yen secara tajam belakangan ini. "Saya telah mengatakan fluktuasi nilai tukar mata uang tidak diinginkan," ucap Aso. "Kami menginginkan pergerkan secara bertahap. Itu merupakan dasar pemikiran terhadap mata uang." Kedua menteri tersebut menolak berkomentar mengenai level yen secara spesifik.
Dolla rmenguat terhadpa yen dalam ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga lebih cepat dari antisipasi pasar. Pelemahan yen biasanya positif bagi perekonomian Jepang dengan membuat barang-barang Jepang lebih kompetitif di luar negeri. Namun sektor ekspor belum pulih kendati pelemahan yen belakangan ini, mengecewakan para pembuat kebijakan yang berharap kenaikan pada tingkat ekspor akan menopang pemulihan ekonomi dan membantu meredam dampak penurunan permintaan domestik pasca kenaikan pajak penjualan di bulan April lalu.
Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda menekankan bahwa pelemahan yen masih positif bagi perekonomian Jepang, dan cukup wajar jika dollar menguat mengingat the Fed akan segera menaikkan suku bunga sementara BOJ mempertahankan kebijakan moneternya tetap longgar. Bagaimanapun juga, sejumlah petinggi di Jepang dan analis pasar memperingatkan bahwa pelemahan yen lebih lanjut dapat menimbulkan dampak negatif seperti menaikkan biaya bahan bakar dari impor bahan mentah untuk perusahaan Jepang. Pandagan tersebut mungkin akan menjadi kenyataan jika sektor ekspor masih tetap lemah meski setelah pertumbuhan global bertambah cepat. Minutes dari pertemuan kebijakan BOJ bulan Agustus menunjukkan sejumlah petinggi bank sentral beranggapan bahwa ekspor menjadi kurang reponsif terhadap pelemahan yen, sebagian karena banyak perusahaan Jepang telah mengalihkan produksi ke luar negeri.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar