Minggu, 28 Mei 2017

world-economy  World Economy

Pemerintah Jepang Perkirakan GDP Bertumbuh 1.5% di Tahun Fiskal 2015

Senin, 12 Januari 2015 11:28 WIB
Dibaca 1112

Monexnews - Pemerintah Jepang memperkirakan perekonomian untuk bertumbuh sebesar 1.5% pada tahun fiskal 2015 pasca penyesuaian untuk pergerakan harga, revisi naik tipis dari proyeksi sebelumnya, akibat kenaikan di luar perkiraan pada tingkat belanja konsumen. Pemerintah Jepang memperkirakan laju inflasi konsumen untuk naik hanya sebesar 1.4% di tahun fiskal 2015, mensinyalkan kesulitan yang dihadapi Bank of Japan dalam mencapai target inflasi sebesar 2%. Kabinet Perdana Menteri Shinzo Abe akan menggunakan proyeksi tersebut sebagai panduan kebijakan fiskal dan ekonomi seiring pemerintah mencoba mendorong pertumbuhan pasca kejutan resesi tahun lalu. 

Pemerintah sebelumnya memperkirakan perekonomian riil akan bertumbuh sebesar 1.4% pada tahun fiskal yang dimulai bulan Maret nanti, namun menaikkan proyeksi tersebut setelah menunda kenaikan pajak penjualan yang sebelumnya dijadwalkan bulan Oktober. Pertumbuhan ekonomi juga diperkirakan akan tetap kuat di tahun diskal 2015 seiring kenaikan upah dan penurunan harga minyak menopang laba korporat dan tingkat belanja konsumen, menurut Cabinet Office. Pemerintah Jepang memperkirakan perekonomian untuk bertumbuh sebesar 2.7% di tahun fiskal 2015, berada tipis di bawah ekspektasi sebelumnya yaitu pertumbuhan sebeasr 2.8%, menurut proyeksi yang disetujui kabinet pada hari Senin.
Untuk tahun fiskal 2014, yang berakhir di bulan Maret, pemerintah memperkirakan perekonomian riil berkontraksi sebesar 0.5%, turun dari estimasi untuk pertumbuhan riil sebesar 1.2% sebelumnya, seiring anjloknya tingkat belanja konsumen. Perekonomian Jepang jatuh ke dalam resesi tahun lalu seiring masyarakan memangkas belanja pasca pemerintah menaikkan pajak penjualan menjadi 8% dari 5% pada April tahun lalu. Sebagian banyak ekonom mengatakan Jepang kembali bertumbuh menjelang akhir tahun lalu seiring tingkat ekspor dan investasi korporat mencetak kenaikan.
BOJ telah melakukan pembelian obligasi pemerintah dan aset beresiko lainnya guna menekan yield dan mendorong laju inflasi menuju 2% pada tahun fiskal 2015. Pemerintah memperkirakan laju inflasi hanya akan mencapai 1.4% di tahun 2015 menunjukkan bahwa penurunan harga minyak belakangan ini ke level terendah sejak 2009 tidak berdampak baik bagi kebijakan moneter bank sentral dalam jangka pendek.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar