Jumat, 24 Maret 2017

world-economy  World Economy

Pemerintah Korsel Masih Berupaya Cegah Penyebaran MERS

Selasa, 9 Juni 2015 11:12 WIB
Dibaca 2097

Monexnews - Korea Selatan menjadi negara non-Timur Tengah yang mengalami penyebaran wabah Middle East Respiratory Syndrome (MERS) paling masif. Meski pertama kali dilaporkan di Arab Saudi, MERS justru menjelma jadi momok menakutkan bagi warga negeri ginseng.

Pemerintah Korea pekan ini mengumumkan jatuhnya korban jiwa ke-enam akibat virus mematikan ini. Sementara jumlah pasien yang positif MERS juga bertambah jadi 87 orang setelah adanya laporan 23 pasien baru dalam setahun terakhir. Sekitar 1.870 sekolah ditutup dan lebih dari 2000 orang di-isolasi di rumahnya masing-masing karena diduga telah menjalin kontak dengan pasien yang terkena virus.

Korban terakhir yang jatuh adalah seorang pria berusia 80 tahun. Ia sempat mendapat perawatan atas dugaan penyakit pneumonia sebelum akhirnya diketahui terjangkit MERS. Ia pertama kali melaporkan gangguan kesehatan kepada seorang dokter di provinsi Asan, sekitar 50 mil dari ibukota Seoul. Gejala awalnya sama seperti penyakit umum, yaitu batuk dan demam tinggi, yang berujung pada kematian.

Pemerintah Korea pada hari Minggu mengumumkan 24 rumah sakit di mana muncul laporan-laporan soal pasien yang terkena wabah asal Timur Tengah ini. Pengumuman pemerintah bertujuan untuk memberi rujukan bagi warga yang menderita gejala tertentu supaya memeriksakan diri ke lokasi yang ditunjuk. Sebelumnya otoritas kesehatan menolak memberitahu rumah sakit mana saja yang sudah melaporkan kasus MERS karena takut warga justru menjauhinya.

“Sejauh ini, kasus MERS identik dengan rumah sakit. Kami yakin mampu menecegah penularan secara total," kata Wakil Perdana Menteri Choi Kyung-hwan kepada media. Ahli farmasi sendiri mengklaim belum ada vaksin untuk mematikan virus namun penularan bisa dicegah dengan menghindari kontak fisik dengan si penderita. Tidak ada indikasi penyebaran MERS melalui udara sehingga warga diminta tidak perlu bereaksi secara berlebihan. (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar