Senin, 23 Oktober 2017

world-economy  World Economy

Pemerintah Korsel Optimis Perekonomian Domestik Menguat

Kamis, 2 April 2015 12:27 WIB
Dibaca 916

Monexnews -Perekonomian Korea Selatan memperlihatkan gejala pemulihan di awal tahun 2015. Beberapa indikator utama sektor bisnis menunjukkan peningkatan sehingga pemerintah optimis situasi akan semakin membaik. 

Dalam konferensi pers setelah meeting kebijakan ekonomi hari ini, Menteri Keuangan Korea Selatan, Choi Kyung-hwan, memaparkan kemajuan data retail sales dan aktivitas transaksi di sektor hunian serta pasar modal. Menurut Choi, peningkatan daya belanja konsumen didorong oleh kebijakan suportif pemerintah dan tren penurunan harga minyak mentah dalam beberapa bulan terakhir.

Retail sales melonjak 2,8% di bulan Februari dibandingkan laporan bulan Januari, yang angkanya minus 2,8%. Sayangnya, rapor baik tersebut tidak dibarengi oleh rilis data perdagangan dan manufaktur, yang hasilnya justru lebih rendah dari perkiraan. Pelaku pasar sempat pesimis perekonomian mandek walau bank sentral sudah menurunkan suku bunga ke rekor terendah 1,75%.

Pelaku pasar sendiri sedang harap-harap cemas menantikan efek kenaikan suku bunga Amerika Serikat terhadap ekonomi negara eksportir seperti Korea Selatan. Namun demikian, negeri ginseng diyakini tidak akan terpuruk karena konsumsi domestik bisa meningkat dalam beberapa bulan ke depan. Menurut tim analis Goldman Sachs kepada Dow Jones Newswires pekan ini, jumlah permintaan domestik akan meningkat di tahun 2015 meski laju ekspor kemungkinan tetap stagnan. Murahnya harga minyak dunia menjadi pertimbangan utama di balik potensi penguatan daya beli konsumen. Sementara di saat yang sama, kondisi pasar hunian yang berangsur normal bisa berperan besar dalam pertumbuhan ekonomi karena memicu permintaan barang-barang durable.

Proyeksi Goldman dirilis sesaat setelah hasil produksi industri Korea Selatan meningkat di bulan Februari. Oleh karena itu, segala efek negatif dari kenaikan suku bunga Federal reserve Bank diharapkan bisa diminimalisasi berkat kondisi fiskal dan makroekonomi yang kuat. Menurut data terbaru, hasil produksi meningkat karena tingginya belanja di tengah perayaan tahun baru China serta bertambahnya minat investasi berbasis infrastruktur. Angka produksi pabrik-pabrik di Korea naik 2,6% dan lebih tinggi dibandingkan hasil revisi Januari 2015, yang minus sebesar 3,8%. (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar