Senin, 24 Juli 2017

world-economy  World Economy

Pemerintah New York Rancang Aturan Khusus untuk Bitcoin

Kamis, 30 Januari 2014 11:22 WIB
Dibaca 686

Monexnews - Trend penggunaan Bitcoin sebagai alat tukar semakin menyita perhatian publik dunia, khususnya warga Amerika Serikat. Tingginya volume transaksi ilegal dengan memakai 'mata uang' emas ini mulai dikhawatirkan banyak pihak termasuk pemerintah federal.

Badan pengawas perbankan kota New York berencana membuat aturan khusus untuk mengatur mekanisme penggunaan Bitcoin dalam aktivitas transaksi. Dengan adanya regulasi baru, pihak investor dan pengguna Bitcoin diarahkan untuk memakai koin emasnya secara baik dan benar. "Aturan 'Bitlicense' akan membatasi celah pencucian uang, khususnya di tengah pesatnya kemajuan teknologi," ujar Benjamin Lawsky, Superintendent of Financial Services New York. Komentar Lawsky terlontar saat dirinya menghadiri sesi dengar pendapat yang diadakan oleh New York Department of Financial Services terkait isu negatif di balik penggunaan Bitcoin. Materi yang dibahas dalam pertemuan kemudian akan dipakai sebagai acuan dalam pembuatan aturan khusus tentang penggunaan Bitcoin. 

Seperti diberitakan sebelumnya, CEO Bitcoin ditangkap oleh polisi New York di bandara John F. Kennedy pada hari Minggu lalu (26/01). Ia diduga terlibat dalam penjualan Bitcoin kepada pihak-pihak yang terlibat dalam bisnis narkotika dan obat-obatan terlarang sehingga terindikasi melanggar UU federal di Distrik Selatan New York.

Selain Shrem, polisi juga memenjarakan Robert M. Faiella, seorang broker Bitcoin yang juga anggota situs Silk Road. Keduanya diduga terlibat dalam penjualan Bitcoin senilai lebih dari $1 juta kepada para pengguna situs 'bawah tanah' Silk Road'. Situs ini ditengarai adalah wadah bagi para pengguna narkoba untuk bertransaksi secara ilegal, di mana mereka mulai menggunakan Bitcoin sebagai alat tukarnya.

Shrem, yang masih berusia 24 tahun, diklaim kerap saling bertukar uang tunai dan Bitcoin dengan Faiella. Faiella sendiri memiliki pusat jual beli Bitcoin di situs Silk Road dengan nama ID 'BTCKing', yang konon dipakai oleh para pecandu narkoba sebagai alat tukar dalam transaksi mereka. Selain dituduh melakukan pencucian uang, Shrem didakwa telah lalai karena tidak melaporkan aktivitas ilegal Faiella kepada polisi. Kerjasamanya dengan supplier Bitcoin untuk situs narkoba ini dianggap menyalahi UU Bank Secrecy Act. Bahkan terdapat indikasi kalau Shrem juga merupakan pengunjung situs Silk Road, di mana ia membeli ganja untuk keperluannya sendiri.

"Gugatan terhadap Charlie Shrem merupakan simbol perlawanan kepada mereka yang masih saja mempromosikan obat-obatan terlarang," ujar James J. Hunt, Agen Drug Enforcement Administration. Kepala penyidikan kasus Shrem ini memperingatkan pihak-pihak yang menggunakan internet sebagai media jual beli narkoba untuk menghentikan aktivitasnya.

Masih belum ada kejelasan tentang bagaimana status Bitcoin pasca penangkapan CEO-nya akhir pekan lalu. Pihak kuasa hukum Shrem belum bisa dimintai keterangan oleh pihak media. Charlie Shrem sendiri akhirnya memutuskan mundur dari kursi CEO dan bersiap menghadapi tuntutan penjara maksimal 25 tahun.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar