Jumat, 22 September 2017

world-economy  World Economy

Pemerintah New Zealand Investigasi Fonterra

Senin, 12 Agustus 2013 11:17 WIB
Dibaca 1218

Monexnews - Kementerian Industri Primer Selandia Baru (MPI) memperingatkan petinggi perusahaan Fonterra bahwa setiap kebijakan mereka akan diawasi oleh pemerintah. Segala respon dan keputusan menyangkut dugaan adanya kandungan bakteri dalam produk susu akan ditinjau keabsahannya oleh otoritas, termasuk dalam hal investigasi terhadap asal mula kontaminasi dan upaya pencegahannya. 

MPI akan melakukan investigasi selama 3 hingga 5 bulan untuk mencari tahu apakah Fonterra melakukan kesalahan dalam operasionalnya. Adapun hukuman maksimum atas pelanggaran aturan New Zealand's Food Act and the Animal Products Act yaitu sebesar NZ$500,000 (US$400,000) atau 12 bulan penjara. Pejabat perusahaan yang terkait langsung dalam pengambilan keputusan dan proses produksi akan menjadi sosok sentral yang diawasi oleh otoritas.

"Kami sudah bilang beberapa kali tentang pentingnya penanganan isu ini secara benar termasuk siapa-siapa saja yang terlibat di dalamnya," ujar Pelaksana Tugas Direktur Jenderal MPI, Scott Gallacher. Fonterra sendiri baru saja menunjuk Jack Hodder sebagai kuasa hukum untuk memfasilitasi kasus pencemaran produk protein susu.

Seperti diketahui, konsumen pangan Asia dan pelaku pasar keuangan dunia pekan lalu dikejutkan oleh kabar ditemukannya kandungan bakteri dalam produk buatan Fonterra Group. Beberapa produk dari perusahaan asal New Zealand yang diekspor ke China diduga mengandung bakteri yang bisa menyebabkan keracunan.

Fonterra merupakan penyedia produk turunan susu terbesar dunia. Perusahaan ini memiliki pangsa pasar nyaris mencapai seluruh penjuru benua, dengan produk andalan berupa susu formula dan minuman kemasan. Pihak direksi akhir pekan lalu mengumumkan bahwa tiga jenis zat protein dalam produknya positif mengandung bakteri Clostridium yang rentan memicu keracunan bagi konsumennya. Sebagai penyuplai bahan dasar susu bagi banyak perusahaan, Fonterra mengirimkan susu alami ke pihak produsen berbagai produk turunan seperti yoghurt dan minuman ringan. Oleh karena itu, perseroan mengantisipasi adanya permintaan dari mitra dagang mereka untuk menarik kembali bahan dasar susu yang sudah dikirimkan.

Pemerintah China sudah resmi menghentikan seluruh ekspor produk susu dari New Zealand dan Australia demi melindungi warganya dari ancaman bakteri. Eskalasi isu bakteri protein dalam produk Fonterra berbalik menjadi sentimen besar di pasar keuangan beberapa hari terakhir. Nilai tukar Dollar New Zealand melemah drastis sejak berita itu pertama kali mencuat pekan lalu. Aset berbasis negara ini memang sempat dijauhi oleh investor karena peran Fonterra sebagai parameter ekonomi nasional memang cukup besar. Selain membuka ribuan tenaga kerja di banyak negara, perseroan adalah motor penggerak sektor produksi susu, yang berkontribusi sebanyak 3% terhadap total GDP New Zealand. Khusus untuk produk yang diduga mengandung bakteri, beberapa negara selain China memang sudah lama menjadi pelanggan setia yakni Australia, Malaysia, Arab Saudi, Thailand dan Vietnam.

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar