Senin, 24 Juli 2017

world-economy  World Economy

Pemerintah Revisi Kategorisasi Barang Impor Mewah

Senin, 26 Agustus 2013 16:30 WIB
Dibaca 621

Monexnews - Pemerintah akan merevisi barang impor yang masuk kategori mewah. Revisi ini terkait dengan penentuan besaran pajak atas barang mewah. Hal ini disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basri pada Jumat (23/8).

Batasan barang mewah dengan harga di atas Rp2 juta, menurut Menkeu sudah tidak lagi relevan. “Ini kan kadang aturannya suka aneh. Jam tangan saja yang harganya di atas Rp2 juta kategorinya mewah. Yang kayak begini harus diberesin. Kalau jam tangan kan saya rasa semua orang banyak yang pakai itu, itu yang kita betulkan,” kata Menkeu.

Demikian halnya dengan pengatur suhu udara (air conditioner/AC). Menurut Menkeu, AC berkekuatan setengah PK seharusnya tidak lagi masuk kategori barang mewah. Terlebih, saat ini sudah banyak produk AC buatan China yang dijual dengan harga murah.

Penghapusan pajak atas beberapa barang yang sebelumnya masuk kategori barang mewah tersebut dimaksudkan untuk membuat pasar lebih kompetitif. Dengan pengaturan ulang tersebut, Menkeu berharap persoalan penyelundupan barang dapat ditekan serendah mungkin. “Penyelundupan kan terjadi kalau ada disparitas harga (barang) yang masuk. Jadi kalau dihilangkan pajak barang mewahnya, produk itu akan bisa bersaing,” kata Menkeu.

Sebagai penyeimbang dalam kategorisasi ulang ini, pemerintah akan menaikkan besaran pajak penjualan barang mewah untuk mobil impor dan bermerek yang diimpor utuh (CBU).(nic)

 

Sumber: Rilis Resmi Kementerian Keuangan Republik Indonesia

www.depkeu.go.id


*disadur tanpa perubahan

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar