Senin, 29 Mei 2017

world-economy  World Economy

Pemerintah Revisi Target Penerimaan Perpajakan dan PNBP

Kamis, 22 Mei 2014 10:59 WIB
Dibaca 366

Monexnews - Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2014, pemerintah telah menurunkan target penerimaan perpajakan menjadi Rp1.232,1 triliun dari angka pada APBN 2014 sebesar Rp1.280,4 triliun, atau turun Rp48,3 triliun.

Penurunan tersebut antara lain dikarenakan adanya penurunan target pertumbuhan ekonomi, dari sebelumnya 6,0 persen dalam APBN 2014 menjadi 5,5 persen dalam RAPBN-P 2014 serta penurunan harga komoditas internasional. “Kita realistis saja, kalau ekonominya tidak membaik, (penerimaan) pajaknya juga pasti tidak akan membaik,” ujar Direktur Jenderal Pajak Fuad Rahmany.

Ia menambahkan, saat ini, penerimaan dari sektor perdagangan masih belum memadai karena keterbatasan kapasitas pegawai pajak. Sementara, penerimaan pajak dari sektor pertambangan akan mengalami penurunan. “Di pertambangan, ekspor kita anjlok dan belum membaik, padahal penerimaan kita dari sektor itu. Sementara dari perdagangan seperti UKM (Usaha Kecil Menengah), konten pajaknya tidak terlalu banyak, kemudian kapasitas pegawai pajak belum mampu," katanya.

Selain adanya potensi penerimaan pajak yang tidak mencapai target, penerimaan dalam negeri juga akan direvisi turun karena Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) diperkirakan lebih rendah dari target yang ditetapkan dalam APBN 2014. Dalam RAPBN-P 2014, PNBP ditetapkan sebesar Rp363,3 triliun atau turun Rp22,1 triliun dari pagu dalam APBN 2014 yang ditetapkan sebesar Rp385,4 triliun. Rendahnya PNBP dalam RAPBN-P 2014 dikarenakan rendahnya asumsi lifting minyak.(nic)


Sumber: rilis berita Kementerian Keuangan Republik Indonesia

www.kemenkeu.go.id

-disadur tanpa penyuntingan

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar