Sabtu, 21 Oktober 2017

world-economy  World Economy

Pemerintah RI: Subsidi Premium Dicabut, Belanja BBM Terpangkas 90%

Rabu, 31 Desember 2014 13:43 WIB
Dibaca 561

Monexnews - Pemerintah Indonesia memutuskan untuk mencabut subsidi premium untuk menghapus alokasi anggaran belanja minyak 2015. Menurut Menko Perekonomian Sofyan Djalil, belanja subsidi BBM akan berkurang dari Rp276 triliun menjadi kurang dari Rp20 triliun dalam RAPBN-P 2015 yang akan diajukan pemerintah ke DPR.

“Alokasi subsidi di APBN 2015 Rp276 triliun. Dengan adanya skema baru ini, maka nilai subsidi BBM jauh rendah bahkan bisa di bawah Rp20 triliun atau sekitar 90%,” kata Sofyan di Kantor Presiden beberapa saat lalu. Pemerintah akan mengalihkan dana belanja tersebut ke sektor produktif dibarengi dengan bantuan tunai langsung kepada masyarakat yang berhak menerima. Tetapi bisa dipastikan bahwa penambahan belanja pemerintah tidak akan sama besar dengan jumlah penghematan yang didapat dari penghapusan subsidi premium yang angkanya lebih dari Rp250 triliun. Sebagian penghematan tidak bisa dialihkan ke pos belanja karena penghasilan pemerintah dari sektor minyak dan gas juga turun akibat pelemahan harga minyak dunia.

Sebelumnya pemerintah menggunakan asumsi harga minyak sebesar US$105 per barel pada APBN 2015. Nantinya dalam dalam RAPBN-P 2015, asumsinya dipatok jauh lebih rendah yaitu pada harga $70 per barel. Demikian pula dengan asumsi produksi migas dalam RAPBN-P 2015 yang angkanya juga lebih rendah. Asumsi lifting minyak turun dari 900.000 barel per hari menjadi 849.000 barel per hari dan lifting gas turun dari 1,25 juta barel setara minyak per hari menjadi 1,12 juta barel setara minyak per hari.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar