Selasa, 17 Januari 2017

world-economy World Economy

Pemerintah Tengah Bahas Wacana Mobil Dual Fuel

Jumat, 4 April 2014 11:47 WIB
Dibaca 319

Monexnews - Pemerintah saat ini tengah membahas kemungkinan penggunaan teknologi dual fuel pada kendaraan bermotor roda empat. Penggunaan teknologi tersebut memungkinkan pengendara dapat menggunakan bahan bakar minyak (BBM) atau bahan bakar gas (BBG) pada kendaraan.

Namun demikian, gagasan ini masih menemui kendala karena penerapannya memerlukan teknologi dan harga yang lebih mahal. "Harganya (mobil dual fuel) 50 persen lebih mahal, karena teknologinya itu belum ketemu yang murah," demikian dikatakan Menteri Perindustrian (Menperin) M.S. Hidayat di Jakarta, Rabu (2/4).

Menurut Menperin, selain teknologi, hal lain yang perlu diperhatikan sebelum menerapkan gagasan tersebut adalah ketersediaan infrastruktur, terutama untuk pendukung distribusi BBM dan BBG bagi kendaraan tersebut. "Juga infrastruktur gas mesti disiapkan dulu, kalau teknologinya sudah ketemu, mobil pasti lebih murah," terangnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Menteri Keuangan II Bambang P.S. Brodjonegoro mengaku mendukung penuh langkah Kementerian ESDM yang akan mendesain kebijakan penggunaan dual fuel pada produksi mobil di Indonesia. Wamenkeu II berharap, arah kebijakan industri otomotif tersebut dapat segera diterapkan. "Pertama, orang nggak usah beli converter kit. Kedua, orang akan lebih merasa nyaman, kalau pakai converter kit kan mungkin udah mahal, masih nggak yakin kan aman apa enggak," jelasnya.(nic)


Sumber: rilis berita Kementerian Keuangan Republik Indonesia

www.kemenkeu.go.id

*disadur tanpa perubahan

 (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar