Selasa, 28 Maret 2017

world-economy  World Economy

Pemerintah Turunkan Defisit Anggaran Pada Rancangan APBN-P 2015

Selasa, 13 Januari 2015 14:22 WIB
Dibaca 539

Monexnews - Dalam dokumen Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2015, pemerintah berencana menurunkan target defisit anggaran tahun 2015 menjadi 1,9 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Menurut Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro, penurunan defisit anggaran ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mengurangi defisit transaksi berjalan.

Seperti diketahui, sebelumnya, dalam APBN tahun anggaran 2015 defisit anggaran ditargetkan sebesar 2,2 persen. Tujuan pengurangan target defisit anggaran ini sendiri, lanjutnya, adalah untuk memberikan signal kepada pelaku pasar bahwa pemerintah bersungguh-sungguh untuk mengurangi defisit anggaran sekaligus defisit transaksi berjalan pada tahun 2015 ini.

“Tahun 2015 pemerintah akan berusaha mengurangi defisit budget sekaligus defisit transaksi berjalan, karena dua ini sejalan kalau di dalam teori ekonomi makronya. Jadi kalau kita ingin mengurangi defisit di budget, itu artinya kita juga menurunkan defisit dalam transaksi berjalan,” jelas Menkeu di Jakarta akhir pekan lalu.

Penurunan defisit transaksi berjalan sendiri, menurut Menkeu, sangat diperlukan sebagai upaya untuk memitigasi dampak rencana penaikan tingkat bunga oleh bank sentral Amerika Serikat (AS). “Jadi itu upaya kita, mengingat kita enggak tahu apa yang akan terjadi di tahun 2015 dengan kenaikan tingkat bunga di US (AS),” katanya.

Meski menurunkan target defisit anggaran, Menkeu optimistis pemerintah tetap dapat memberikan daya dorong bagi pertumbuhan ekonomi. Hal ini mengingat pemerintah telah melakukan realokasi belanja pada sektor-sektor yang lebih produktif.

“Kenapa harus mengurangi defisit padahal kita butuh pertumbuhan? Di satu sisi kita yakin pertumbuhan akan tetap muncul, karena meskipun kita tidak menambah belanja, bahkan mengurangi defisit, tetapi kita melakukan realokasi. Realokasi yang cukup besar, sehingga tetap memberikan daya dorong terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” urainya.(nv)

 

Sumber : rilis berita Kementerian Keuangan Republik Indonesia
www.kemenkeu.go.id
*disadur tanpa penyuntingan

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar