Selasa, 17 Oktober 2017

world-economy  World Economy

Pemerintah Wacanakan Revisi Aturan Bea Keluar Hasil Tambang

Kamis, 6 Maret 2014 10:31 WIB
Dibaca 506

Monexnews -  Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan melonggarkan aturan bea keluar untuk ekspor hasil tambang mineral olahan dengan merevisi besaran tarif bea keluar.

Wakil Menteri Keuangan II (Wamenkeu II) Bambang P.S. Brodjonegoro menyampaikan, pelonggaran (relaksasi) aturan bea keluar tersebut dilakukan mengingat adanya kesungguhan dari perusahaan tambang untuk membangun pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter). “Karena ada kesungguhan bangun smelter tersebut,” kata Wamenkeu II dalam pesan tertulisnya pada Selasa (4/3).

Saat ini, Kemenkeu bersama beberapa kementerian/lembaga terkait tengah membahas besaran relaksasi tersebut. “Besaran persisnya sedang dirumuskan tim bersama Kemenkeu dan (Kementerian) ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral),” jelas Wamenkeu II. Lebih lanjut ia menjelaskan, relaksasi bea keluar tersebut dikaji untuk periode hingga 2017 mendatang. “Periode sampai dengan 2017 dan berlaku untuk semua jenis mineral yang belum pemurnian,” katanya.

Seperti diketahui, pada 11 Januari 2014 lalu, Menteri Keuangan menerbitkan peraturan yang menjadi aturan pelaksanaan izin ekspor produk mineral. Dalam peraturan tersebut, tarif bea keluar ditetapkan naik dari 20 persen sampai dengan 60 persen secara bertahap. Pengenaan bea keluar ini merupakan upaya disinsentif kepada perusahaan yang tidak melakukan pemurnian.(nic)


Sumber: rilis berita Kementerian Keuangan Republik Indonesia

www.kemenkeu.go.id

*disadur tanpa perubahan


(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar