Rabu, 24 Mei 2017

breaking-news Ifo: Indeks Iklim Bisnis Jerman naik ke 114.6 di Mei dari 112.9 di April, estimasi 113.1.

world-economy  World Economy

Pemerintah Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI Balik ke 5% di Kuartal II

Kamis, 7 Mei 2015 12:22 WIB
Dibaca 3668

Monexnews - Perekonomian Indonesia hanya tumbuh 4,7% di kuartal pertama 2015. Kabar negatif tersebut seakan menjadi peringatan bagi pemerintah untuk lebih serius menggenjot sektor ekonomi, khususnya di sektor infrastruktur.

Terlepas dari kinerja ekonomi yang kurang bagus di 3 bulan pertama 2015, pemerintah pusat optimis kalau kondisi akan berbalik positif di triwulan II. Di hadapan awak media yang meliput Institute International Finance Summit hari ini, Wakil Presiden Jusuf Kalla meramalkan pertumbuhan produk domestik bruto (GDP) akan mencapai 5% mulai kuartal II. Prediksi wapres mengacu pada rencana belanja negara di sektor publik yang diklaim akan meningkatkan performa ekonomi beberapa bulan ke depan.

Menurutnya, seiring dengan dimulainya proyek infrastruktur, daya serap tenaga kerja dipastikan ikut meningkat dan permintaan produk konstruksi seperti semen turut bertambah. Kalla juga yakin ekonomi Indonesia mampu tumbuh memenuhi target 5,7% di tahun 2015. Realisasi belanja negara dan konsumsi domestik akan menjadi senjata pemerintah untuk mendorong perekonomian.

Badan Pusat Statistik (BPS) hari Selasa kemarin mengumumkan data pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk periode kuartal I 2015. Dibandingkan tahun lalu, produk domestik bruto (GDP) Indonesia tumbuh 4,71% (year on year) dan sebesar 0,18% dibandingkan kuartal IV 2014. Level itu merupakan persentase pertumbuhan terendah dalam lima tahun terakhir. BPS menegaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat dipengaruhi oleh penurunan ekonomi China dari 7,4% menjadi 7%. Faktor lainnya tidak lain adalah trend pelemahan harga minyak mentah dunia dan penurunan nilai ekspor impor di 3 bulan pertama tahun ini. Secara garis besar, perlambatan ekonomi Indonesia terjadi karena lambatnya pertumbuhan di negara-negara mitra dagang. Belum ada tanda-tanda pemulihan atau perbaikan dalam waktu dekat sehingga kondisi ekonomi domestik diyakini belum akan segera berubah. Faktor nilai tukar juga turut berperan dalam kinerja ekonomi Indonesia di tahun 2015.

Presiden Jokowi sendiri menargetkan kenaikan pendapatan negara sebanyak 14% di tahun 2015, mengerek pemasukan pajak 30% dan menambah belanja infrastruktur sampai 60%. Sayangnya penurunan harga komoditi berpotensi mengurangi pendapatan negara sampai $21,4 miliar. Adapun pada 2014, pertumbuhan ekonomi tahunan masih di atas level 5% atau jauh di bawah asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2014 sebesar 5,5%. (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `