Minggu, 28 Mei 2017

world-economy  World Economy

Pemilik Klub Basket NBA Ingin Pindahkan Markasnya ke Rusia

Selasa, 25 Maret 2014 11:03 WIB
Dibaca 571

Monexnews - Tensi politik antar negara terbukti berpengaruh ke berbagai sektor kehidupan, termasuk bidang bisnis olahraga. Sanksi yang diberlakukan oleh Amerika Serikat dan Rusia justru telah menggugah rasa nasionalisme warga negeri beruang merah yang mencari penghasilan di negara barat.

Amerika Serikat dan Uni Eropa telah menjatuhkan sanksi kepada Rusia berupa pembekuan aset, kerjasama transaksi keuangan dan pencekalan terhadap beberapa tokoh yang diklaim dekat dengan Presiden Vladimir Putin. Keputusan itu diambil setelah pihak Rusia dianggap memaksakan kehendaknya dalam proses referendum di wilayah Crimea, Ukraina. Pihak Moskow merespon hukuman itu dengan menginstruksikan seluruh pebisnis dan perusahaan untuk memulangkan asetnya ke dalam negeri (repatriasi). Titah Vladimir Putin langsung dituruti oleh konglomerat yang berdomisili di luar negeri, termasuk pihak-pihak yang berseberangan dengan sang presiden.

Mikhail Prokhorov adalah salah satu taipan Rusia yang menyatakan diri siap untuk memulangkan penghasilan usahanya di luar negeri. Ia bahkan berencana menjalankan bisnis klub basket NBA-nya yakni Brooklyn Nets dari wilayah Rusia. Prokhorov ingin memindahkan status kepemilikan klub ke perusahaan berbasis Rusia sehingga ia hanya wajib patuh terhadap yurisdiksi yang berlaku di negaranya. "Perusahaan Rusia akan memiliki klub ini, dan tidak akan melanggar aturan kepemilikan di NBA," ujarnya saat menerima medali kehormatan dari pihak Rusia.

Dukungan Prokhorov kepada pemerintah cukup mengejutkan karena ia dikenal sebagai sosok yang selalu berseberangan dengan presiden Putin. Ia merupakan kandidat pesaing Putin saat pemilihan umum tahun 2012 silam dan meskipun kalah, Prokhorov menyatakan kesetiaannya kepada pemerintah Rusia. Sejak menjabat sebegai presiden, Vladimir Putin memang 'menghabisi' orang-orang politik dan pebisnis yang memiliki hubungan istimewa dengan pemimpin sebelumnya, Boris Yeltsin. Prokhorov termasuk dalam daftar orang yang 'dikucilkan' oleh pemeirntah sehingga ia memutuskan untuk mengadu nasib di negeri orang. Atas dasar itulah, namanya tidak masuk daftar cekal otoritas Amerika dan Uni Eropa sehingga ia masih leluasa menjalankan berbagai bisnisnya di sana.

Dengan kekayaan mencapai $10.3 miliar (data Forbes), Mikhail Prokhorov memang leluasa mengkombinasikan hobi olahraga dan kepentingan bisnisnya. Selain memiliki Brooklyn Nets, ia juga pernah mengelola tim basket CSKA Moscow, sebelum akhirnya dijual beberapa tahun lalu. 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar